Bupati Situbondo Percepat Perbaikan Jembatan Rusak Demi Pulihkan Ekonomi Warga
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau pembangunan dua jembatan yang rusak akibat banjir di Kecamatan Bungatan dan Besuki. Perbaikan infrastruktur tersebut menjadi prioritas karena menyangkut akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik bagi ribuan warga.
SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa infrastruktur merupakan urat nadi kehidupan masyarakat yang menentukan kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan meninjau langsung pembangunan Jembatan Gantung Sungai Kesambian di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Bungatan, yang sebelumnya rusak akibat diterjang banjir.
Kerusakan jembatan tersebut sempat berdampak besar terhadap mobilitas warga. Sedikitnya sekitar 1.000 kepala keluarga harus memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Mulai dari bekerja, mengantar anak ke sekolah, hingga mengakses fasilitas kesehatan dan pelayanan publik lainnya menjadi lebih sulit sejak jembatan penghubung antarwilayah itu terputus.
Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab disapa Mas Rio memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Jembatan gantung yang sedang dibangun memiliki panjang 34 meter dengan lebar 2 meter. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memulihkan konektivitas masyarakat secara maksimal setelah berbulan-bulan terganggu akibat bencana banjir.
“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik yang menghubungkan dua dusun. Yang paling penting adalah menghubungkan aktivitas ekonomi warga, akses anak-anak menuju sekolah, serta memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya,” ujar Mas Rio.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar harus memberikan manfaat nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Situbondo berkomitmen mempercepat proses pembangunan agar akses masyarakat dapat segera kembali normal.
“Setelah jembatan lama rusak diterjang banjir, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih jauh. Karena itu kami ingin akses ini segera pulih. Ketika konektivitas terjaga, roda perekonomian masyarakat juga akan bergerak lebih baik,” tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman (PUPP) Situbondo, Abdul Kadir, menjelaskan pembangunan Jembatan Gantung Kesambian menjadi salah satu prioritas daerah karena memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat.
Menurutnya, pemerintah bergerak cepat melakukan identifikasi dan perencanaan setelah akses utama warga terputus akibat banjir.
“Pembangunan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat. Begitu akses terputus akibat banjir, kami langsung melakukan identifikasi dan perencanaan,” kata Kadir.
Jembatan baru tersebut dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Ilyas, mengaku masyarakat sangat menantikan selesainya pembangunan jembatan tersebut.
Ia menjelaskan jembatan lama hanyut terbawa arus banjir pada awal tahun 2026, sehingga warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang jauh lebih panjang.
“Jembatan yang lama rusak dan terbawa arus banjir pada awal tahun 2026. Sejak itu warga harus mencari jalan lain yang lebih jauh,” ujarnya.
Menurut Ilyas, keberadaan jembatan baru akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar seribu kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut.
“Kurang lebih seribu kepala keluarga akan terbantu. Jembatan ini menjadi akses utama masyarakat dari Dusun Krajan ke Dusun Bantapen. Kalau sudah selesai, aktivitas warga tentu akan jauh lebih mudah,” katanya.
Selain meninjau pembangunan Jembatan Kesambian, Mas Rio juga melakukan inspeksi pembangunan Jembatan Heli di Desa Jetis, Kecamatan Besuki.
Jembatan dengan ukuran 15 meter x 3 meter tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat konektivitas antarwilayah yang sempat terdampak bencana.
Dalam kesempatan itu, Bupati meminta masyarakat dan pemerintah desa turut berperan aktif menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kita ingin memastikan seluruh infrastruktur yang menjadi urat nadi masyarakat dapat berfungsi dengan baik. Baik yang sedang dibangun maupun yang sudah ada harus terus dipantau kondisinya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkas Mas Rio.
Perbaikan dua jembatan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak.
Penulis: Khairul
What's Your Reaction?