Dipercaya Kembali Pimpin PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir Tegaskan Komitmen Jaga Soliditas dan Regenerasi Partai

H. Ahmad Dhafir kembali dipercaya memimpin DPC PKB Bondowoso. Usai ditetapkan DPP PKB, ia menegaskan komitmennya menjaga soliditas partai, memperkuat kerja-kerja kerakyatan, serta membuka ruang lebih luas bagi generasi muda dan perempuan dalam kepengurusan.

Jun 11, 2026 - 12:35
 0
Dipercaya Kembali Pimpin PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir Tegaskan Komitmen Jaga Soliditas dan Regenerasi Partai
Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, memberikan keterangan kepada awak media usai kembali mendapat mandat dari DPP PKB untuk memimpin DPC PKB Bondowoso.

BONDOWOSO – H. Ahmad Dhafir kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso. 

Penetapan tersebut diumumkan langsung oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB bersama jajaran ketua DPC se-Jawa Timur melalui agenda virtual yang digelar pada Kamis (11/6/2026).

Keputusan DPP PKB itu sekaligus menegaskan bahwa Ahmad Dhafir masih menjadi figur yang dipercaya untuk mengonsolidasikan kekuatan partai serta melanjutkan agenda perjuangan PKB di Kabupaten Bondowoso.

Bagi H. Ahmad Dhafir, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

Dia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Namun di sisi lain, ia menyadari tantangan politik ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja kolektif seluruh kader partai.

Menurutnya, seluruh kader PKB harus tetap berpegang pada nilai dan semangat perjuangan yang selama ini menjadi identitas partai.

"Kepercayaan ini tentu merupakan amanah yang sangat berat. Namun apa pun yang menjadi keputusan partai harus kami laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kami akan terus menjaga jargon dan semangat perjuangan PKB, yaitu maju tanpa gentar dan tampil membela yang benar," ujar Ahmad Dhafir.

Setelah resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Bondowoso, ia mengungkapkan bahwa tugas pertama yang harus segera dituntaskan adalah menyusun struktur kepengurusan baru.

Proses penyusunan kepengurusan tersebut akan dilakukan melalui mekanisme formatur dengan melibatkan berbagai unsur partai.

Menurutnya, proses itu akan mendapat pendampingan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur serta pengawasan langsung dari DPP PKB.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepengurusan yang terbentuk benar-benar solid, representatif, dan mampu menjalankan roda organisasi secara efektif.

H. Ahmad Dhafir menilai keterlibatan DPW dan DPP dalam proses pembentukan kepengurusan menjadi bukti bahwa konsolidasi partai dilakukan secara terstruktur dan berjenjang.

Sinergi antarstruktur partai dinilai penting untuk menjaga harmonisasi internal sekaligus memperkuat mesin organisasi hingga tingkat paling bawah.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa arah perjuangan PKB ke depan tidak hanya berorientasi pada kemenangan elektoral semata.

Menurutnya, partai harus mampu hadir secara nyata di tengah masyarakat dan menjadi saluran aspirasi yang efektif bagi berbagai persoalan rakyat.

Karena itu, PKB Bondowoso akan terus memperkuat peran sosial dan politiknya sebagai partai yang dekat dengan masyarakat.

"Tujuan kita bukan hanya memenangkan pemilu berikutnya, tetapi bagaimana PKB bisa terus hadir di tengah masyarakat, memfasilitasi aspirasi mereka, serta tetap konsisten pada komitmen perjuangan partai dalam membela kepentingan rakyat," katanya.

Dalam menjalankan kepemimpinan periode mendatang, Ahmad Dhafir menegaskan dirinya tidak ingin menerapkan pola kepemimpinan yang bersifat sentralistik.

Dia berkomitmen membangun budaya organisasi yang lebih kolektif dan partisipatif.

Menurutnya, setiap kebijakan dan langkah strategis partai harus dirumuskan bersama dengan melibatkan seluruh unsur pengurus.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar seluruh kader memiliki rasa tanggung jawab yang sama dalam membesarkan organisasi.

Selain menjaga soliditas internal, Ahmad Dhafir juga memberi perhatian besar terhadap agenda regenerasi kader.

Dia mengungkapkan bahwa penguatan kader muda menjadi salah satu prioritas yang ditekankan langsung oleh DPP PKB.

Karena itu, kepengurusan yang akan datang akan memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam berbagai aktivitas partai.

Tidak hanya sebagai pelengkap struktur organisasi, kalangan muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak berbagai program kepartaian.

Menurut Ahmad Dhafir, regenerasi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda apabila partai ingin tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Generasi muda harus diberi kesempatan untuk belajar, berproses, serta memahami nilai-nilai perjuangan PKB sejak dini.

Dengan demikian, estafet kepemimpinan partai dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak mengalami stagnasi.

"Kami akan melibatkan lebih banyak anak muda dalam kepengurusan dan aktivitas partai. Mereka harus diberi ruang untuk bersama-sama berjuang di PKB sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan di masa yang akan datang," tegasnya.

Selain generasi muda, H. Ahmad Dhafir juga memastikan keterlibatan perempuan menjadi perhatian serius dalam penyusunan kepengurusan baru.

Dia menegaskan bahwa keterwakilan perempuan minimal 30 persen sebagaimana ketentuan partai akan dipenuhi.

Namun menurutnya, peran perempuan tidak boleh hanya dipandang sebagai pemenuhan syarat administratif organisasi.

Kader-kader perempuan PKB harus diberikan ruang yang cukup untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan partai.

Dengan dukungan berbagai badan otonom dan organisasi sayap perempuan PKB, ia optimistis kontribusi kader perempuan akan semakin besar dalam memperkuat kerja-kerja politik dan sosial partai.

H. Ahmad Dhafir meyakini keberagaman unsur dalam kepengurusan akan menjadi modal penting bagi PKB Bondowoso untuk menghadapi berbagai tantangan politik di masa mendatang.

Dia berharap seluruh kader dapat menjaga persatuan dan mengedepankan semangat gotong royong dalam membangun organisasi.

Menurutnya, kekuatan utama PKB tidak hanya terletak pada struktur partai, tetapi juga pada kedekatan kader dengan masyarakat.

Karena itu, seluruh pengurus dan kader diminta terus memperkuat kerja-kerja kerakyatan serta hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dengan amanah baru yang kembali dipercayakan kepadanya, Ahmad Dhafir berharap PKB Bondowoso mampu mempertahankan soliditas internal sekaligus memperluas pengaruhnya di tengah masyarakat.

Dia juga berharap seluruh kader dapat bergerak bersama untuk menjadikan PKB sebagai partai yang semakin dekat dengan rakyat dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat di berbagai bidang kehidupan.

Bagi Ahmad Dhafir, kepercayaan yang diberikan DPP PKB bukanlah akhir dari perjalanan politik, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk terus menjaga marwah partai dan memperkuat perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow