Hadapi El Nino, Kementan Perkuat Irigasi Pompa di Lamongan

Kementan dan Pemkab Lamongan optimalkan pompanisasi untuk mitigasi El Nino guna menjaga produksi pangan dan meningkatkan hasil pertanian.

Apr 30, 2026 - 15:43
 0
Hadapi El Nino, Kementan Perkuat Irigasi Pompa di Lamongan
Dirjen Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah bersama Bupati Yuhronur Efendi meninjau langsung lahan pertanian dan uji coba pompanisasi di Lamongan sebagai langkah mitigasi dampak El Nino.

LAMONGAN – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) bergerak cepat memitigasi dampak fenomena El Nino di sektor pertanian. Bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan, upaya dilakukan dengan mengoptimalkan sistem pompanisasi guna menjaga produksi pangan tetap stabil.

Direktur Jenderal PSP Kementan, Andi Nur Alamsyah, didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, meninjau langsung penempatan dan uji coba alat mesin pertanian (alsintan) di Waduk Delikguno, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Rabu (29/4/2026).

Andi menyatakan optimisme bahwa petani di Lamongan tetap mampu berproduksi meskipun dihadapkan pada potensi kekeringan akibat El Nino. Menurutnya, langkah mitigasi dini menjadi kunci keberhasilan musim tanam.

“El Nino itu ada, tetapi kami optimistis petani Lamongan tetap menanam dan berproduksi. Kita pastikan pupuk tersedia, alsintan siap, dan air tercukupi melalui pemasangan pompa di titik strategis,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementan, dari total 95.000 hektare luas baku sawah di Lamongan, sekitar 53.000 hektare merupakan lahan tadah hujan. Sebagian besar berada di posisi lebih tinggi dari sumber air, sehingga membutuhkan intervensi teknologi irigasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementan menyalurkan berbagai bantuan, antara lain 100 unit pompa 4 inci, 100 unit pompa 6 inci, 70 unit pompa 3 inci, 200 unit irigasi perpompaan, 70 unit irigasi perpipaan, serta 50 unit bangunan konservasi air.

“Sekitar 80 kilometer lahan di Lamongan dilalui Sungai Bengawan Solo. Ini harus dimaksimalkan. Kami juga menambah luas area irigasi hingga 200 hektare dari waduk yang belum optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyambut baik dukungan pemerintah pusat dalam menjaga status daerahnya sebagai lumbung pangan nasional. Ia berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).

“Mudah-mudahan target luas tambah tanam tercapai. Kita upayakan IP meningkat dari 2,1 menjadi 2,5 dengan memaksimalkan potensi waduk dan sungai, terutama dalam menghadapi El Nino,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, bantuan pompanisasi diserahkan secara simbolis kepada tiga kelompok tani, yakni Poktan Mardi Tani (Kecamatan Tikung), Gapoktan Truni Makmur (Kecamatan Babat), dan Poktan Rukun Makmur II (Kecamatan Karanggeneng).

Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di Lamongan.


Penulis : Yoga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow