Pemkab Jember Atur Ulang Jam Operasional Truk Imasco, Antrean di Puger Ditargetkan Berkurang

Apr 6, 2026 - 19:57
Apr 6, 2026 - 23:14
 0
Pemkab Jember Atur Ulang Jam Operasional Truk Imasco, Antrean di Puger Ditargetkan Berkurang
Camat Puger, Beny Ginting. saat ditemui awak media, Senin (6/4/26).

JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan kebijakan baru terkait operasional truk milik PT Imasco Asiatic sebagai langkah mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Puger.

Kebijakan tersebut berupa pelonggaran jam masuk  armada ke area pabrik, yang sebelumnya dibatasi pada 16.00 sore hingga jam 06.00 pagi. Kini, truk diizinkan beroperasi lebih awal, yakni mulai pukul 10.00 hingga 06.00 keesokan harinya.

Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Lukman, menjelaskan keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai kepentingan, baik dari sisi masyarakat maupun pelaku usaha.

“Tidak kita berlakukan 24 jam. Ini hasil kesepakatan bersama sebagai solusi tengah,” ujarnya usai pertemuan dengan Bupati.

Menurutnya, perubahan jam operasional ini diharapkan mampu menekan kepadatan lalu lintas tanpa menghambat aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Pemerintah juga membuka ruang evaluasi untuk melihat efektivitas kebijakan di lapangan.

Selama ini, pembatasan jam operasional justru memicu antrean panjang kendaraan. Ratusan truk terpaksa menunggu di pinggir jalan sebelum waktu masuk dibuka, yang kemudian berdampak pada terganggunya akses masyarakat.

Camat Puger, Beny Ginting, mengungkapkan kondisi tersebut terjadi hampir setiap hari. Volume kendaraan yang mencapai ratusan unit membuat ruas jalan di Kasiyan Timur dan Kasiyan Barat sering tersendat.

“Truk sudah datang sejak siang, menunggu sore hari. Itu yang menyebabkan penumpukan dan mengganggu aktivitas warga,” katanya.

Ia menambahkan, skema relaksasi ini bukan hal baru. Uji coba sebelumnya menunjukkan hasil yang cukup signifikan dalam mengurai kemacetan. 

“Waktu diterapkan lebih awal, lalu lintas terlihat lancar dan tidak ada antrean panjang,” jelasnya.

Untuk memastikan kebijakan berjalan optimal, pemerintah akan memperketat pengawasan dengan melibatkan sejumlah instansi, termasuk aparat TNI, Polri, dan Satpol PP. Selain itu, pihak perusahaan diminta mengatur distribusi armada secara lebih terjadwal.

Pemerintah berharap langkah ini dapat menjadi solusi jangka pendek dalam mengatasi persoalan kemacetan di Puger, sembari menunggu perbaikan infrastruktur dan kebijakan lanjutan.

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow