Tak Sekadar Naik, Jember Genjot Pemerataan Investasi Lewat UMKM, Pariwisata, dan Hilirisasi

Apr 6, 2026 - 19:40
Apr 6, 2026 - 23:14
 0
Tak Sekadar Naik, Jember Genjot Pemerataan Investasi Lewat UMKM, Pariwisata, dan Hilirisasi
Antrean menuju destinasi wisata unggulan Pantai Tanjung Papuma Jember, beberapa waktu lalu.

JEMBER - Di tengah lonjakan nilai investasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai mengarahkan kebijakan agar investasi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berdampak langsung ke masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jember (DPMPTSP) Jember, Isnaini Dwi Susanti, menegaskan strategi ke depan difokuskan pada pemerataan dan penguatan ekonomi lokal.

“Penguatan kolaborasi pelaku usaha skala non-UMK dengan UMKM perlu ditingkatkan agar pelaku UMKM tetap eksis di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya, Senin (6/4/25).

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu instrumen untuk melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi.

“Akselerasi program MBG dilakukan dengan melibatkan pelaku usaha lokal dalam memenuhi bahan baku seperti beras, telur, ayam, dan sayur yang difasilitasi OPD teknis,” jelasnya.

Selain itu, sektor pariwisata disiapkan sebagai sumber pertumbuhan baru berbasis masyarakat.

“Program pengembangan agrowisata edukasi seperti Puncak Rembangan dan integrasi wisata Watu Ulo–Papuma diarahkan untuk memberdayakan masyarakat sebagai pusat ekonomi lokal baru,” katanya.

Event skala besar juga dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi.

“Pelaksanaan event nasional dan internasional diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi UMKM dan masyarakat,” ujarnya.

Untuk 2026, arah kebijakan investasi mulai diperluas.

“Target investasi 2026 tidak hanya ditujukan pada kuantitas nilai, tetapi juga jumlah pelaku usaha aktif,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan pelaku usaha dalam pelaporan kegiatan investasi.

“Perlu peningkatan kualitas penyampaian data LKPM sebagai cermin kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan yang berlaku,” katanya.

Pemerintah daerah juga mempercepat penyiapan regulasi pendukung investasi.

“Akselerasi pemenuhan regulasi dasar investasi seperti RTRW, RDTR, lingkungan hidup, pariwisata, hingga kawasan industri menjadi instrumen utama penanaman modal daerah,” ujarnya.

Ke depan, sektor hilirisasi menjadi fokus baru untuk membuka peluang investasi.

“Hilirisasi kopi dan tembakau dilakukan melalui kemitraan satu pintu antara BUMD, Puslit Kopi Kakao, dan perhutanan sosial untuk membuka peluang investasi baru di Jember,” pungkasnya. (Rok)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow