Pemkab Lamongan Siapkan Kajian Risiko Bencana 2026 Atasi Banjir Bengawan Jero

Pemkab Lamongan menyiapkan kajian risiko bencana tahun 2026 sebagai strategi jangka panjang penanganan banjir Bengawan Jero.

Jan 20, 2026 - 00:35
 0
Pemkab Lamongan Siapkan Kajian Risiko Bencana 2026 Atasi Banjir Bengawan Jero
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau penanganan banjir, didampingi jajaran OPD, TNI, dan aparat terkait.

KABAR RAKYAT,LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai menggeser fokus penanganan banjir dari pendekatan darurat menuju strategi jangka panjang yang lebih terencana. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah penyusunan dokumen kajian risiko bencana pada tahun anggaran 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar, saat menyerahkan bantuan beras KORPRI sebanyak 5 ton kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Deket, Senin (19/1/2026).

Dirham Akbar menjelaskan, Pemkab Lamongan telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penyusunan kajian risiko bencana sebagai dasar penanganan banjir yang kerap terjadi di kawasan Bengawan Jero.

“Kajian risiko bencana ini berupa dokumen studi yang memetakan wilayah rawan beserta jenis risikonya. Harapannya, ke depan kita memiliki perencanaan yang lebih matang, baik pembangunan infrastruktur, penambahan pompa, maupun penyediaan alat siaga bencana seperti perahu karet dan logistik,” ujar Dirham.

Menurutnya, dokumen kajian tersebut tidak hanya bersifat teknis, melainkan akan menjadi pijakan utama dalam pengambilan kebijakan pembangunan agar penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.

“Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar perencanaan penanganan bencana yang bisa diusulkan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat desa untuk tahun anggaran 2027,” terangnya.

Meski mulai menyiapkan strategi jangka panjang, Dirham menegaskan penanganan darurat di lapangan tetap berjalan. Hingga kini, total bantuan pangan yang telah disalurkan Pemkab Lamongan mencapai 15 ton beras untuk seluruh kecamatan terdampak banjir.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengoptimalkan operasional pompa pembuangan air guna mempercepat surutnya genangan di wilayah Bengawan Jero.

Ketua Dewan KORPRI Lamongan sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, M. Nalikan, menyampaikan bahwa jam operasional pompa diperpanjang sebagai langkah taktis pengendalian banjir.

“Biasanya pemompaan dilakukan sampai pukul 17.00 WIB, sekarang kita perpanjang hingga pukul 20.00 WIB. Ini ikhtiar untuk menurunkan debit air Bengawan Jero,” jelas Nalikan.

Pemkab Lamongan berharap, sinergi antara penyaluran bantuan logistik, optimalisasi infrastruktur pompa, serta penyusunan dokumen kajian risiko bencana dapat menjadi solusi sistematis dan berkelanjutan untuk mengatasi banjir menahun di kawasan Bengawan Jero.

Penulis : Yoga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow