Pemprov Jatim Kucurkan Rp17,5 Miliar untuk Pembangunan Ulang Jembatan Penghubung Bondowoso-Jember

Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan pembangunan ulang jembatan akan dipercepat dari jadwal semula.

Feb 25, 2026 - 14:24
 0
Pemprov Jatim Kucurkan Rp17,5 Miliar untuk Pembangunan Ulang Jembatan Penghubung Bondowoso-Jember
Wabup Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i (kiri), Wagup Jatim, Emil Dardak (tengah), dan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid (kanan) saat meninjau jembatan Sentong, Nangkaan.

KABAR RAKYAT, BONDOWOSO – Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagup Jatim), Emil Dardak, meninjau langsung Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan, Kabupaten Bondowoso, yang ambruk akibat cuaca ekstrem, Rabu (25/2/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan pembangunan ulang jembatan akan dipercepat dari jadwal semula.

Emil menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah mengambil langkah inisiatif untuk merancang, menganggarkan, serta melelang pembangunan ulang jembatan dengan spesifikasi lebih kuat. Jembatan baru nantinya menggunakan balok girder dan diperlebar dari 9 meter menjadi 14 meter.

Menurutnya, sebelum rencana pembangunan dilaksanakan pun, kondisi jembatan lama memang sudah rapuh karena usianya diperkirakan lebih dari satu abad. Peristiwa ambruknya jembatan ini sekaligus memperkuat keputusan untuk segera membangun ulang secara menyeluruh.

“Begitu kontrak ditandatangani, estimasi pelaksanaan delapan bulan. Namun mutu dan keselamatan tetap nomor satu. Jangan sampai terburu-buru tetapi kualitasnya tidak kokoh,” tegas Emil.

Ia menambahkan, atas amanah Gubernur Jawa Timur, dirinya bersama Bupati Bondowoso turun langsung menyapa warga untuk memastikan masyarakat memahami bahwa jembatan tersebut tidak bisa lagi dilalui. 

"Opsi pembangunan jembatan darurat dari bambu dinilai tidak memungkinkan karena bentang jembatan mencapai 50 meter dan berisiko tinggi," ujarnya.

Selain itu, jika dibangun tepat di samping jembatan lama, proses pelebaran tetap mengharuskan penggalian sehingga akses akan tertutup total, bahkan bagi pejalan kaki. Emil meminta masyarakat bersabar menghadapi kesulitan sementara selama delapan bulan pengerjaan, dengan harapan jembatan baru akan menjadi infrastruktur kokoh untuk jangka panjang, bahkan hingga puluhan tahun ke depan.

"Awalnya, pembangunan dijadwalkan mulai April dengan asumsi jembatan masih dapat dilalui hingga waktu tersebut. Namun karena kondisi saat ini mengharuskan penutupan total, percepatan dilakukan agar dampak terhadap warga dapat diminimalkan. Anggaran pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp17,5 miliar," tukasnya.

Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyatakan pihaknya baru menerima informasi bahwa jadwal pelaksanaan dimajukan dari rencana awal April.

“Jika kontrak ditandatangani setelah Jumat ini, maka pekerjaan bisa segera dimulai dan masa delapan bulan dihitung sejak itu. Artinya penyelesaian juga lebih cepat,” ungkapnya.

Terkait akses masyarakat, Pemerintah Daerah (Pemda) telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk menangani jalan alternatif yang kini digunakan warga. Bantuan aspal dari provinsi akan dikombinasikan dengan tenaga pelaksana dari kabupaten melalui sistem sharing pekerjaan.

"Perbaikan yang dilakukan bersifat sementara berupa tambal sulam, mengingat keterbatasan anggaran dan fokus utama pada pembangunan jembatan. Yang penting tidak ada lubang sehingga masyarakat bisa melintas dengan aman,” kata Bupati Hamid.

Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk pemetaan kerusakan jalan alternatif.

Menurutnya, Jalan Lingkar belum bisa difungsikan pada 2026 karena masih terdapat persoalan lahan yang belum tuntas serta belum tersedianya jembatan penyeberangan di lokasi tersebut. Selain itu, penyelesaian jembatan juga membutuhkan perkerasan jalan terlebih dahulu.

"Material bantuan yang diterima tidak hanya aspal, tetapi juga agregat dan batu. Namun karena keterbatasan, perbaikan tidak bisa dilakukan di seluruh ruas jalan yang rusak," jelas Ansori. 

Fokus perbaikan berada di ruas jalan yang dilalui masyarakat, terutama di Kecamatan Curahdami dan sejumlah desa terdampak.

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah juga tengah memetakan dampak ekonomi akibat penutupan jembatan. 

"Barusan bapak Wagup menegaskan, pemerintah tidak akan abai terhadap warga yang terdampak, namun kebijakan bantuan harus melalui analisa matang mengingat besarnya anggaran pembangunan jembatan. Mudah-mudahan jembatan ini terbangun kokoh dan menjadi aset kebanggaan masyarakat Bondowoso untuk satu abad ke depan,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow