Peternak Trenggalek Bangga, Sapi Jumbo 1,37 Ton Dipilih Presiden Prabowo

Sapi jumbo milik peternak asal Desa Pogalan, Trenggalek, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Sapi jenis Simental berbobot 1,37 ton itu sempat bertahan dari serangan PMK sebelum akhirnya dibeli seharga Rp98 juta.

May 25, 2026 - 14:43
 0
Peternak Trenggalek Bangga, Sapi Jumbo 1,37 Ton Dipilih Presiden Prabowo
Sapi jenis Simental milik peternak asal Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, yang terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah. Sapi berbobot 1,37 ton itu sebelumnya sempat bertahan dari serangan wabah PMK sebelum akhirnya dibeli dengan harga sekitar Rp98 juta.

TRENGGALEK - Nasib seekor sapi jumbo milik peternak desa di Kabupaten Trenggalek berubah drastis. Setelah sempat bertarung melawan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sapi itu kini justru terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI, Prabowo Subianto.

Sapi jenis Simental tersebut dipelihara oleh Mujadi, warga Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Di kandang sederhana miliknya, sapi berbobot 1,37 ton itu dirawat penuh ketelatenan selama lebih dari satu tahun terakhir.

Dengan ukuran tubuh raksasa, sapi tersebut menjadi salah satu hewan kurban terbesar asal Trenggalek pada Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Presiden Prabowo dikabarkan membeli sapi itu dengan harga mencapai Rp98 juta.

Namun di balik tubuh besarnya, tersimpan cerita perjuangan yang tidak mudah. Beberapa waktu lalu, sapi itu sempat terpapar wabah PMK yang menyerang peternakan warga di berbagai daerah.

“Sapi yang lain banyak yang roboh kena PMK, Alhamdulillah sapi ini masih kuat bertahan,” ujar Mujadi, Rabu (20/5/2026).

Mujadi mengaku membeli sapi tersebut sekitar satu setengah tahun lalu dengan harga awal Rp35 juta. Tak lama setelah dibeli, kondisi sapi menurun akibat terpapar PMK yang saat itu sedang merebak.

Saat banyak peternak memilih menjual atau kehilangan ternaknya, Mujadi justru mempertahankan sapi itu. Ia melakukan perawatan intensif setiap hari demi menyelamatkan hewan peliharaannya tersebut.

Pola pakan yang diberikan juga dibuat khusus. Sapi jumbo itu rutin diberi jagung rebus, katul, ampas tahu, hingga rumput hijau pilihan agar pertumbuhan dan kondisi tubuhnya tetap stabil.

Perawatan itu membuahkan hasil. Kini sapi tersebut tumbuh dengan tinggi sekitar 167 sentimeter dan panjang tubuh mencapai 2,5 meter.

“Sekarang tumbuh bagus dan terpilih jadi hewan kurban Pak Prabowo,” katanya bangga.

Menariknya, ini bukan pertama kalinya sapi dari kandang Mujadi masuk daftar hewan kurban presiden. Tahun sebelumnya, sapi dari peternakannya juga dibeli untuk kebutuhan kurban kepala negara.

Bedanya, pada tahun lalu pembelian dilakukan melalui pihak ketiga. Sedangkan tahun ini, proses pemilihan dilakukan langsung oleh dinas terkait yang datang ke kandangnya.

“Kalau tahun kemarin ada yang membeli untuk kurban presiden. Tahun ini langsung dari dinas yang datang,” ucap Mujadi.

Keberhasilan Mujadi menjadi bukti bahwa peternak lokal daerah mampu menghasilkan sapi premium dengan kualitas unggulan. Di tengah mahalnya harga pakan dan ancaman penyakit ternak, kandang kecil di Desa Pogalan itu justru melahirkan sapi jumbo pilihan presiden.

Kini sapi berbobot 1,37 ton tersebut tinggal menunggu proses pengiriman sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia. Bagi Mujadi, momen itu bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi peternak Trenggalek.

 

Penulis ; Winito Hadi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow