SPPG Tumpeng Wonosari Sajikan 1.755 Porsi Menu Bergizi, Perkuat Asupan Gizi Siswa Lewat MBG
Berdasarkan hasil analisis gizi, porsi besar mengandung energi sebesar 698,8 kkal, protein 24,9 gram, lemak 26 gram, karbohidrat 91 gram, serta serat 7,1 gram. Sementara itu, porsi kecil mengandung energi 556,8 kkal, protein 21,7 gram, lemak 25,7 gram, karbohidrat 60,4 gram, dan serat 5,7 gram.
KABAR RAKYAT, BONDOWOSO – Komitmen dalam mendukung peningkatan gizi anak terus ditunjukkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tumpeng, Wonosari melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pada Senin, (27/04/2026), SPPG Tumpeng kembali mendistribusikan sebanyak 1.755 porsi makanan kepada siswa dengan komposisi menu yang seimbang dan terukur.
Menu yang disajikan pada hari tersebut terdiri dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat utama, ayam goreng sebagai sumber protein hewani, serta sayur tumis jagung dan wortel yang kaya akan vitamin dan serat. Selain itu, terdapat pelengkap sayur lainnya untuk menunjang kecukupan nutrisi harian siswa.
Dalam penyajiannya, SPPG Tumpeng membagi menu ke dalam dua kategori porsi, yakni porsi besar dan porsi kecil. Pembagian ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan energi berdasarkan jenjang usia dan aktivitas siswa.
Berdasarkan hasil analisis gizi, porsi besar mengandung energi sebesar 698,8 kkal, protein 24,9 gram, lemak 26 gram, karbohidrat 91 gram, serta serat 7,1 gram. Sementara itu, porsi kecil mengandung energi 556,8 kkal, protein 21,7 gram, lemak 25,7 gram, karbohidrat 60,4 gram, dan serat 5,7 gram.
Kepala SPPG Tumpeng, Amelia Putri A, menjelaskan bahwa setiap menu yang disiapkan telah melalui perencanaan matang dengan mengacu pada standar gizi yang ditetapkan. Tidak hanya memperhatikan nilai energi, tetapi juga keseimbangan antara protein, lemak, karbohidrat, serta kandungan serat yang dibutuhkan tubuh.
“Menu yang kami sajikan tidak hanya bertujuan untuk mengenyangkan, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang. Ini penting untuk menunjang tumbuh kembang serta menjaga konsentrasi belajar mereka di sekolah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proses pengolahan makanan juga dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan. Setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi, dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Tim dapur kami melakukan pengecekan rutin setiap hari untuk memastikan kualitas bahan dan kebersihan tetap terjaga. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar standar layanan gizi ini tetap konsisten,” tambah Amelia.
Program MBG yang dijalankan oleh SPPG Tumpeng tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku siswa. Mulai dari membiasakan pola makan teratur, menjaga kebersihan, hingga menumbuhkan kedisiplinan saat menerima dan mengonsumsi makanan.
Dengan adanya program ini, diharapkan tingkat kesehatan siswa semakin meningkat, sehingga mampu mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.
“Harapan kami, program ini bisa terus memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, baik dari sisi kesehatan maupun pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak dini,” pungkasnya.
What's Your Reaction?