Tragedi Ledakan Dahsyat Mercon di Situbondo, Satu Korban Tewas, Belasan Rumah Rusak

Ledakan mercon di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya. Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie memastikan polisi masih melakukan penyelidikan penyebab ledakan yang juga merusak 11 rumah warga.

Feb 19, 2026 - 00:27
 0
Tragedi Ledakan Dahsyat Mercon di Situbondo, Satu Korban Tewas, Belasan Rumah Rusak
Warga menyaksikan kondisi rumah yang hancur rata dengan tanah usai ledakan mercon di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Rabu (18/2/2026). Puing-puing kayu dan genteng berserakan, sementara petugas dan masyarakat berupaya melakukan evakuasi serta pemeriksaan di lokasi kejadian.

KABAR RAKYAT,BONDOWOSO - Peristiwa ledakan hebat akibat pembuatan mercon mengguncang Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Rabu (18/2/2026) siang.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.00 hingga 15.30 WIB itu menyebabkan satu orang meninggal dunia, enam lainnya mengalami luka bakar dan patah tulang, serta sedikitnya 11 rumah warga rusak.

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, turun langsung ke lokasi kejadian bersama jajaran TNI-Polri dan pemerintah kecamatan.

Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Danramil 0823/08 Banyuputih, Kapolsek Banyuputih, Camat Banyuputih, serta Tim Identifikasi Polres Situbondo untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Bayu menjelaskan, ledakan diduga kuat berasal dari aktivitas pembuatan petasan di salah satu rumah warga.

“Ledakan berasal dari rumah Ibu Ummi Kulsum yang digunakan untuk membuat mercon. Dampaknya sangat besar hingga rumah tersebut rata dengan tanah dan merusak rumah warga di sekitarnya,” ujarnya.

Saksi mata bernama Harjo mengaku mendengar ledakan kecil sebelum dentuman besar mengguncang kampungnya.

“Awalnya terdengar ledakan kecil, lalu beberapa detik kemudian terdengar ledakan sangat keras. Warga langsung berhamburan keluar rumah,” kata Harjo.

Warga kemudian mendapati sumber ledakan berasal dari rumah Ummi Kulsum yang sudah hancur. Korban yang berada di dalam rumah langsung dievakuasi ke Puskesmas Banyuputih.

Sekitar pukul 12.30 WIB, enam korban luka mendapat penanganan medis awal sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Asembagus untuk perawatan intensif. Sementara satu korban, Supriyadi (50), dinyatakan meninggal dunia.

Kapolres menegaskan, pihaknya masih mendalami penyebab pasti ledakan melalui olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi. Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.

“Kami masih melakukan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab ledakan serta kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum,” tegas Bayu.

Berdasarkan data kepolisian, enam korban luka masing-masing mengalami luka bakar dan patah tulang. Selain korban jiwa, tiga rumah dilaporkan rusak berat dan delapan rumah lainnya rusak ringan akibat kuatnya daya ledak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pembuatan mercon tersebut kerap dilakukan menjelang bulan suci Ramadan untuk persiapan perayaan Idul Fitri.

Beberapa warga diketahui rutin memproduksi petasan setiap tahun. Saat kejadian, korban meninggal dunia tengah memperbaiki pintu di belakang rumahnya yang berdampingan dengan lokasi ledakan. Sementara dua korban lain berada di dalam kamar saat ledakan terjadi.

Kapolres Situbondo mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuat atau menyimpan bahan peledak secara ilegal. Ia menegaskan, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi bahaya petasan demi mencegah tragedi serupa terulang. “Kami mengingatkan masyarakat agar tidak bermain-main dengan bahan peledak karena risikonya sangat fatal,” pungkasnya.


Penulis : Khairul

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow