Api Lahap Dapur Ponpes Sunan Prapen Lamongan, Kerugian Capai Rp60 Juta

Kebakaran melanda Pondok Pesantren Sunan Prapen di Desa Kalanganyar, Karanggeneng, Lamongan, Selasa malam. Api diduga dipicu korsleting listrik pada mesin pendingin di dapur. Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir Rp60 juta.

Jan 8, 2026 - 16:57
 0
Api Lahap Dapur Ponpes Sunan Prapen Lamongan, Kerugian Capai Rp60 Juta

KABAR RAKYAT,LAMONGAN – Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Prapen di Desa Kalanganyar, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa malam (6/1/2026). Dugaan sementara, api dipicu hubungan arus pendek listrik atau korsleting pada mesin pendingin yang berada di area dapur.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu mengejutkan warga sekitar. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bangunan dapur yang berada di dalam lingkungan pesantren.

Laporan kebakaran diterima Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lamongan dari Sekretaris Desa setempat pada pukul 22.27 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, dua unit armada pemadam langsung dikerahkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 22.50 WIB.

Koordinator Wilayah (Korwil) Damkar Lamongan, Suwanto, mengatakan titik api pertama kali muncul dari dapur kediaman M. Yasin Fathul Bari yang berada di lingkungan Ponpes Sunan Prapen.

“Sekitar pukul 22.00 WIB terjadi kebakaran di dapur Pondok Pesantren Sunan Prapen. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik pada mesin pendingin di dapur,” ujar Suwanto, Rabu (7/1/2026).

Proses pemadaman berlangsung dramatis selama kurang lebih satu jam. Petugas Damkar dibantu aparat kepolisian, Satpol PP, serta warga sekitar berjibaku memadamkan api hingga akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 00.00 WIB.

Meski bangunan dapur hangus terbakar, Suwanto memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh santri dan penghuni pesantren berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp60 juta,” tambah Suwanto.

Pasca kejadian, Damkar Lamongan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan peralatan listrik, khususnya mesin pendingin dan alat elektronik berdaya tinggi, guna mencegah terjadinya korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

Penulis : Yoga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow