Diserang Demo Misterius, Pemilik TKB Lamongan Siap Tempuh Jalur Hukum Tegas
Manajemen Perumahan Tikung Kota Baru (TKB) Lamongan siap menempuh jalur hukum usai aksi pemasangan spanduk dan demo yang dinilai bermuatan fitnah. Pemilik TKB, Subandi, menduga aksi tersebut ditunggangi persaingan bisnis tidak sehat.
KAKABAR RAKYAT,LAMONGAN – Manajemen Perumahan Tikung Kota Baru (TKB) PT Djem Jaya Makmur bereaksi keras atas aksi unjuk rasa sekelompok massa yang terjadi pada Senin pagi. Pemilik properti TKB, Subandi, memastikan akan menempuh langkah hukum untuk membersihkan nama baik perusahaan dari tuduhan yang dinilainya tidak berdasar.
Subandi menegaskan, aksi pemasangan spanduk dan banner di area perumahan bukan sekadar bentuk aspirasi warga, melainkan telah mengarah pada fitnah dan pencemaran nama baik. Ia menduga kuat aksi tersebut ditunggangi kepentingan persaingan bisnis yang tidak sehat.
Ia juga menyayangkan keterlibatan pihak-pihak luar yang tidak memiliki kedudukan hukum namun ikut campur dalam persoalan internal perumahan. Menurutnya, aksi itu dilakukan secara diam-diam tanpa pemberitahuan kepada kepolisian maupun pihak pengembang.
“Ini gerakan ilegal. Mereka datang tanpa konfirmasi, memasang spanduk provokatif seolah-olah kami bermasalah hukum dengan warga. Padahal oknum-oknum yang memicu keributan ini tidak memiliki kepentingan hukum yang sah dengan PT kami,” tegas Subandi, Selasa (tanggal menyesuaikan).
Menanggapi tuntutan pelunasan lahan yang disuarakan massa, Subandi membeberkan bahwa lahan yang dimaksud merupakan rencana pengembangan tahap ketiga yang hingga kini belum pernah diproses secara transaksi oleh pihak perumahan.
“Belum ada proses jual beli maupun ikatan hukum apa pun. Pihak PT hanya akan memproses pembelian jika urusan internal ahli waris sudah selesai secara sah di tingkat desa,” bebernya.
Subandi mengaku mencium adanya pola yang tidak wajar dalam aksi tersebut. Ia menduga ada pihak tertentu atau kompetitor yang sengaja memanfaatkan warga dan memelintir isu untuk menjatuhkan reputasi Tikung Kota Baru yang tengah berkembang pesat.
“Saya mencium aroma persaingan bisnis yang tidak sehat. Ini cara yang tidak gentlemen dan sangat pengecut. Mereka menggunakan warga untuk menciptakan citra negatif di masyarakat,” katanya.
Sebagai langkah perlindungan terhadap aset dan nama baik perusahaan, manajemen TKB saat ini telah mengerahkan tim hukum untuk mengidentifikasi para peserta aksi melalui rekaman CCTV dan dokumentasi foto di lokasi.
“Kami tidak akan menoleransi aksi premanisme berkedok demo. Semua bukti foto dan video sedang kami susun untuk dilaporkan ke Polres Lamongan. Kami akan kejar siapa pun dalang di balik pencemaran nama baik ini,” tandas Subandi.
Penulis : Yoga
What's Your Reaction?