Gus Fawait Tegaskan Pemkab Jember Berbasis Data, Tangkis Kritik Kebijakan Tanpa Riset
KABAR RAKYAT, JEMBER - Kritik tajam soal praktik kebijakan tanpa riset direspons langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait. Dalam forum publik Gus Bupati Menjawab, dia menegaskan arah kepemimpinannya menjadikan data sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Pernyataan itu muncul setelah Direktur Eksekutif Participation, Action and Research (PAR) Alternatif Indonesia, Andi Saputra, menyoroti masih maraknya kebijakan publik yang lahir tanpa pijakan riset dan data yang memadai. Dalam forum yang disiarkan melalui kanal YouTube Wadul Guse, Minggu (26/4/2026), Andi mengingatkan bahwa kebijakan berbasis intuisi politik berisiko melenceng dari kebutuhan riil masyarakat.
“Kebijakan publik harus evidence-based, ditopang data valid dan riset yang kuat,” tegas Andi.
Ia menilai, tanpa pendekatan berbasis bukti, kebijakan tidak hanya berpotensi salah sasaran, tetapi juga membuka ruang pemborosan anggaran. Menurutnya, persoalan kompleks seperti pendidikan dan tata kelola birokrasi menuntut keputusan yang rasional, terukur, dan transparan.
Namun, Fawait tidak tinggal diam. Ia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember justru tengah membangun sistem pengambilan kebijakan yang berbasis data terukur dan terverifikasi.
“Kita punya acuan angka yang disepakati bersama dari Badan Pusat Statistik (BPS), juga didukung Bank Indonesia sebagai otoritas moneter,” ujar Fawait menanggapi kritik tersebut.
Bagi Fawait, data bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen utama dalam memastikan kebijakan tepat sasaran dan berdampak nyata. Ia menegaskan, pendekatan berbasis data menjadi kunci untuk menjaga akuntabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Di sisi lain, Andi juga mendorong agar pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan perguruan tinggi, lembaga riset, hingga komunitas sipil. Menurutnya, keterlibatan multi-pihak akan memperkaya perspektif sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan.
“Daerah punya sumber daya intelektual yang kuat. Itu harus dirangkul untuk memperkuat kualitas kebijakan,” ujarnya.
Forum Gus Bupati Menjawab sendiri menjadi ruang strategis bagi publik untuk menguji arah kebijakan Pemkab Jember. Pertemuan antara kritik berbasis riset dan klaim kebijakan berbasis data ini memperlihatkan satu hal, arah pembangunan Jember kini berada di persimpangan antara tuntutan akuntabilitas publik dan komitmen pemerintah membangun tata kelola modern.
Fawait pun optimistis, dengan pendekatan berbasis data dan dukungan berbagai pihak, Jember dapat menjadi model daerah yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.
What's Your Reaction?