Gus Ma’shum Ajak Hidupkan Semangat Tahun Baru Islam Lewat Gowes

Jun 17, 2026 - 16:04
 0
Gus Ma’shum Ajak Hidupkan Semangat Tahun Baru Islam Lewat Gowes
Wakil Sekjen PBNU Gus Ma’shum Faqih mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat Tahun Baru Islam melalui kegiatan kreatif dan membumi

LAMONGAN – Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Ma’shum Faqih, mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat peringatan Hari Besar Islam melalui kegiatan yang kreatif, membumi, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Selasa (16/6/2026). Dalam kegiatan itu, Gus Ma’shum membaur bersama ribuan peserta dalam gowes massal yang berlangsung meriah.

Rute gowes dimulai dari RSNU Babat menuju kawasan wisata Bukit Kapur Pegat. Bagi Gus Ma’shum, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana syiar Islam dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, peringatan Tahun Baru Hijriah dalam beberapa tahun terakhir cenderung kurang mendapatkan gaung yang kuat di tengah masyarakat. Karena itu, diperlukan inovasi agar momentum penting dalam kalender Islam tersebut kembali hidup dan dirasakan oleh publik.

“Alhamdulillah, peringatan 1 Muharram ini dilaksanakan dengan gowes bersama warga masyarakat Babat dan sekitarnya. Ini momentum kebersamaan, kekeluargaan, mencari sehat, mencari berkah, sekaligus mempererat silaturahmi,” ujar Gus Ma’shum.

Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban itu menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai lebih dibanding sekadar seremoni tahunan. Selain mengajak masyarakat hidup sehat, acara tersebut juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan kebersamaan.

Ia menegaskan bahwa syiar Islam tidak harus selalu dilakukan dengan cara-cara formal. Kegiatan yang dekat dengan masyarakat justru dinilai lebih efektif dalam membangun partisipasi dan semangat kebersamaan.

“Ke depan kita ingin bersama-sama menghidupkan kembali semangat peringatan Tahun Baru Islam. Momentum seperti ini sangat positif karena mampu menyatukan masyarakat dari berbagai daerah,” katanya.

Antusiasme masyarakat yang hadir menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan yang dikemas secara kreatif mampu menarik minat publik. Ribuan peserta memadati lokasi kegiatan meski persiapan yang dilakukan panitia tergolong sangat singkat.

Gus Ma’shum mengaku terkejut sekaligus bangga melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam acara tersebut.

“Persiapan kami kurang dari satu minggu. Bahkan setelah diumumkan hanya beberapa hari, antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan seluruh panitia,” tuturnya.

Tingginya animo peserta menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki semangat besar dalam merayakan momentum keagamaan, asalkan dikemas dengan cara yang menarik dan relevan.

Tak hanya diikuti warga Lamongan, peserta gowes juga datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Bojonegoro, Tuban, hingga Gresik.

Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menjadikan kegiatan gowes Muharram sebagai ruang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu semangat kebersamaan.

Selain menawarkan kegiatan olahraga, panitia juga menghadirkan berbagai hadiah menarik yang semakin menambah semarak acara.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah hadiah utama berupa paket umrah yang disediakan bagi peserta beruntung.

Namun bagi Gus Ma’shum, nilai utama kegiatan ini bukan terletak pada hadiah yang diberikan, melainkan pada semangat persatuan dan syiar Islam yang dibangun bersama.

Ia berharap kegiatan yang memadukan kesehatan fisik, nilai religius, dan semangat kebersamaan tersebut dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang setiap tahunnya.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang-ruang positif yang mampu mempererat hubungan sosial sekaligus menguatkan nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, PBNU dan berbagai elemen masyarakat akan terus mendorong lahirnya kegiatan serupa di berbagai daerah.

“Ini bukan hanya acara seremonial. Kami ingin menjadikannya kegiatan yang bermanfaat, menyehatkan, memperkuat silaturahmi, sekaligus menjadi syiar Islam yang menggembirakan. Insyaallah akan terus berlanjut jika antusiasme masyarakat tetap tinggi,” pungkas Gus Ma’shum.

Melalui kegiatan tersebut, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan menghadirkan wajah Islam yang ramah, sehat, serta membahagiakan masyarakat.

 

 

 

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow