Harga Ikan Lamongan Anjlok Saat Panen Raya, Petani Tambak Mengeluh
LAMONGAN – Harga ikan air tawar di Pasar Ikan Lamongan mengalami penurunan signifikan dalam dua pekan terakhir.
Kondisi ini terjadi seiring memasuki puncak musim panen raya, di mana pasokan ikan melimpah namun tidak diimbangi dengan daya serap pasar.
Berdasarkan pantauan pada Kamis (23/4/2026), hampir seluruh komoditas ikan air tawar mengalami penurunan harga, terutama jenis mujair dan tombro.
Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Wahyono, menyebutkan bahwa kelebihan pasokan menjadi faktor utama anjloknya harga.
Ia mengungkapkan, harga ikan mujair yang biasanya mencapai Rp18.000 per kilogram kini turun drastis menjadi Rp8.000 hingga Rp12.000.
“Bahkan kalau sudah siang hari, harga mujair bisa anjlok lagi sampai Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Wahyono, kondisi ini terjadi karena banyaknya hasil panen sehingga pengepul tidak mampu menyerap seluruh produksi petani.
Ia menegaskan bahwa pihak pengelola pasar tidak memiliki kewenangan untuk mengatur harga di lapangan.
“Penentu harga sepenuhnya adalah mekanisme pasar antara petani dan pengepul. Kami hanya menyediakan fasilitas tempat transaksi,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang tengkulak ikan, Gita Dwi Amelia, membenarkan bahwa penurunan harga paling terasa pada ikan mujair dan tombro.
Ia menyebutkan, harga mujair saat ini hanya berkisar Rp8.000 hingga Rp12.000 per kilogram, jauh dari harga normal.
“Sudah satu minggu terakhir ini harganya anjlok. Untuk tombro sekarang paling mahal Rp12.000 sampai Rp13.000,” ujarnya.
Gita menjelaskan, anjloknya harga terjadi bersamaan dengan musim panen raya dan diperparah oleh kondisi cuaca buruk.
Menurutnya, banjir yang terjadi sebelumnya juga berdampak pada kualitas dan ukuran ikan yang tidak maksimal.
“Petani jelas mengeluh. Kemarin kena banjir, ikan tidak bisa tumbuh besar. Sekarang panen, harganya malah turun,” imbuhnya.
Para pedagang menyebutkan bahwa harga ikan biasanya akan kembali naik menjelang akhir tahun.
Pada periode November hingga Desember, pasokan ikan mulai berkurang sehingga harga cenderung meningkat.
Bahkan, komoditas seperti bandeng bisa menembus harga hingga Rp40.000 per kilogram saat pasokan menipis.
Saat ini, para petani tambak di Lamongan hanya bisa berharap kondisi segera membaik.
Mereka berharap cuaca kembali normal dan harga ikan di pasaran kembali stabil agar kerugian tidak semakin besar.
Penulis : Yoga
What's Your Reaction?