Lahan Ratusan Hektare Dikepung Tikus Petani Situbondo Andalkan Pestisida Nabati
Ancaman gagal panen akibat serangan hama tikus seluas 123,8 hektare di Situbondo mulai teratasi. Petani kini beralih menggunakan formula pestisida nabati secara berkala.
SITUBONDO - Para petani padi di Kabupaten Situbondo akhirnya menemukan formula ampuh untuk menjinakkan keganasan hama tikus yang belakangan meresahkan. Juru selamat itu adalah pemanfaatan pestisida nabati yang diaplikasikan secara berkala setiap pekan. Langkah taktis ini diambil menyusul laporan adanya 123,8 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut yang sempat dikepung serangan tikus.
Abdul Mannan, salah seorang petani di Kecamatan Kota Situbondo, menceritakan bagaimana tanaman padi miliknya yang seluas satu kotak atau sekitar 1.000 meter persegi sempat menjadi sasaran empuk kawanan tikus secara terus-menerus, meski untungnya belum sampai ludes tak bersisa.
"Tanaman padi yang diserang itu posisinya acak, tidak di satu titik saja. Ada yang di pinggir, ada juga yang langsung di tengah. Tingkat kerusakannya pun beda-beda mas, bahkan ada yang buah padinya habis total sampai batangnya juga ikut dirusak," ungkap Mannan saat ditemui di lahan pertaniannya di Desa Talkandang.
Ia mengakui, tikus memang menjadi momok menakutkan dan "hama langganan" bagi para petani. Ancaman ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena jika dibiarkan tanpa penanganan, dipastikan hasil panen akan merosot tajam. Pasalnya, kawanan tikus selalu bergerak melancarkan aksi operasinya setiap malam.
"Kalau serangan hama tikus itu terjadinya setiap malam mas. Jadi kalau dibiarkan saja tanpa ada tindakan, sudah pasti saya gagal panen. Beruntung saya dapat masukan dari teman untuk mencoba menyemprotkan pestisida nabati," paparnya lega.
Mannan memperkirakan, area sawahnya yang sempat diobrak-abrik hama pengerat tersebut mencapai panjang 10 meter dengan lebar 3 meter, atau total sekitar 30 meter persegi. Berkat penanganan cepat, sisa tanaman padi yang selamat kini menjadi tumpuan harapan panennya.
Nasib serupa juga dialami oleh Fery Kuswandi, petani di Kecamatan Panji. Ia sempat dibuat pusing tujuh keliling lantaran serangan tikus telah merusak hampir 50 meter persegi tanaman padinya. Padahal, ia mengklaim sudah mencoba berbagai metode untuk membasmi hama cerdik tersebut.
"Total luasan lahan saya itu 0,2 hektare mas. Yang awal kali diserang saja sudah merusak sekitar 50 meter persegi. Kalau dibiarkan seminggu lagi, bisa dipastikan habis semua buah padi saya dimakan mereka," keluh Fery.
Menurut Fery, fenomena ledakan hama tikus ini seolah menjadi persoalan klasik tahunan yang tak kunjung menemui titik temu. Berbagai upaya pengusiran yang dilakukan selama ini justru kerap berujung sia-sia dan hanya membikin biaya operasional membengkak.
"Serangan hama tikus ini sebenarnya sudah sering saya konsultasikan ke kios-kios pertanian, tapi ya hasilnya tidak ada yang menjamin. Tapi sekarang, untungnya dapat ramuan dari teman yang bisa bikin sendiri (pestisida nabati) dan hasilnya sesuai harapan. Jujur, secara pribadi saya lebih mending sawah diserang burung daripada hama tikus," cetusnya.
Seperti diketahui, serangan hama tikus di Kabupaten Situbondo belakangan memang cukup masif dengan total luasan terdampak mencapai 123,8 hektare. Tingkat kerusakan di lapangan pun bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga yang kondisinya kritis terancam gagal panen total. (khairul/***)
What's Your Reaction?