Pemkab Jember Pantau SPBU, Pastikan Stok BBM Aman
KABAR RAKYAT, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember turun langsung memantau sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman, di tengah kekhawatiran masyarakat yang sempat memicu antrean di beberapa lokasi.
Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pertamina, serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU di wilayah Jember.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Jember Muhammad Fawait, untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat terkait ketersediaan pasokan energi.
Tim melakukan pemantauan di empat SPBU, yakni SPBU Gebang, SPBU Ahmad Yani, SPBU Kaliwates, dan SPBU Tawang Alun.
Dari hasil pemantauan tersebut, pasokan BBM di seluruh lokasi dipastikan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala distribusi.
“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketahanan stok BBM di Jember berada pada kondisi sangat baik, bahkan cenderung melebihi estimasi konsumsi harian normal,” ujar Helmi.
Berdasarkan data dari Pertamina, pasokan BBM untuk wilayah Jember juga telah ditingkatkan guna mengantisipasi potensi lonjakan permintaan.
Tercatat sekitar 580 ton Pertalite dan lebih dari 300 ton Pertamax telah didistribusikan ke Kabupaten Jember pada hari ini.
Menurut Helmi, angka tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas energi agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang dapat memicu pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Pemerintah memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan Pertamina siap menambah distribusi jika kebutuhan meningkat.
Selain itu, Pemkab Jember bersama aparat penegak hukum juga akan memperketat pengawasan distribusi BBM untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.
Pengawasan dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk pemantauan terhadap pedagang bensin eceran yang diduga melakukan penimbunan dalam jumlah besar.
“Pengawasan akan terus dilakukan agar distribusi BBM tetap lancar dan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya. (Rok)
What's Your Reaction?