Pendapatan 99,85 Persen, Pemkab Trenggalek Akui Infrastruktur Masih Jadi PR

Pemkab Trenggalek mencatat realisasi pendapatan 99,85 persen dalam LKPJ 2025. Meski tinggi, perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah utama.

Mar 31, 2026 - 10:42
 0
Pendapatan 99,85 Persen, Pemkab Trenggalek Akui Infrastruktur Masih Jadi PR
Suasana rapat paripurna di ruang sidang DPRD Trenggalek saat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, yang dihadiri jajaran pimpinan daerah dan anggota dewan.

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD.

Dalam laporan tersebut, realisasi pendapatan daerah tercatat mencapai 99,85 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Selain itu, Pemkab Trenggalek juga melaporkan adanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 83,3 miliar dari tahun anggaran sebelumnya.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, menegaskan bahwa LKPJ merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran selama satu tahun terakhir.

“Pada prinsipnya kita menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tahun 2025. Alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya usai rapat paripurna.

Secara rinci, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 1,933 triliun dari target Rp 1,936 triliun.

Pendapatan tersebut bersumber dari tiga komponen utama, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan yang sah.

Kontribusi PAD tercatat sebesar Rp 353,17 miliar yang berasal dari pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah, serta pendapatan sah lainnya.

Sementara itu, pendapatan transfer masih menjadi tulang punggung dengan nilai mencapai Rp 1,56 triliun yang bersumber dari pemerintah pusat maupun antar daerah.

Adapun pos lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar Rp 13,94 miliar.

Di sisi belanja, realisasi anggaran mencapai Rp 1,85 triliun atau 94,28 persen dari total anggaran Rp 1,96 triliun.

Rinciannya meliputi belanja operasi sebesar Rp 1,47 triliun, belanja transfer Rp 273,54 miliar, belanja modal Rp 103,85 miliar, serta belanja tidak terduga sebesar Rp 752,6 juta.

Untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan tercatat sebesar Rp 83,41 miliar yang didominasi SILPA tahun sebelumnya.

Sementara itu, pengeluaran pembiayaan mencapai Rp 56,49 miliar.

Meski capaian realisasi anggaran tergolong tinggi, pemerintah daerah mengakui masih terdapat pekerjaan rumah, terutama di sektor infrastruktur jalan.

“Memang harus kita akui kita belum bisa mengentaskan semua. Kondisi jalan di Kabupaten Trenggalek masih banyak,” jelas Mas Syah.

Melalui penyampaian LKPJ ini, Pemkab Trenggalek berharap dapat menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran ke depan.

Penulis : Witono Hadi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow