Suasana presentasi program pascasarjana Universitas Islam Darul Ulum yang menampilkan visi kampus “Dari Pesantren untuk Bangsa”, sebagai bagian dari upaya menarik minat mahasiswa magister dan doktoral.

Minat Pascasarjana Unisda Lamongan Meningkat, RPL dan Biaya Terjangkau Jadi Daya Tarik

Mar 31, 2026 - 12:19
 0
Suasana presentasi program pascasarjana Universitas Islam Darul Ulum yang menampilkan visi kampus “Dari Pesantren untuk Bangsa”, sebagai bagian dari upaya menarik minat mahasiswa magister dan doktoral.
Suasana presentasi program pascasarjana Universitas Islam Darul Ulum yang menampilkan visi kampus “Dari Pesantren untuk Bangsa”, sebagai bagian dari upaya menarik minat mahasiswa magister dan doktoral.

LAMONGAN — Program pascasarjana Universitas Islam Darul Ulum menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Selain ragam program studi, jalur pendidikan cepat melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta biaya terjangkau menjadi daya tarik utama bagi praktisi dan profesional.

Ketua Senat Unisda, M. Afif Hasbullah, mengungkapkan minat masyarakat terhadap program pascasarjana di kampus tersebut terus meningkat.

Ia menyebut kurikulum yang adaptif serta fleksibilitas durasi studi menjadi faktor penting, terutama bagi mahasiswa yang telah memiliki pengalaman kerja.

Pada jenjang magister, program kependidikan seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) kini menawarkan skema RPL.

Program ini memungkinkan tenaga pengajar maupun profesional menempuh studi dalam waktu lebih singkat dibanding jalur reguler.

“Melalui RPL, pengalaman kerja mahasiswa dapat dikonversi menjadi mata kuliah, sehingga studi bisa ditempuh sekitar dua semester,” jelas Afif, Selasa (31/03/2026).

Selain efisiensi waktu, aspek biaya menjadi faktor krusial yang membuat Unisda semakin kompetitif di tingkat regional.

Afif menegaskan, pihak universitas berkomitmen memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas dengan biaya yang tetap terjangkau.

“Program doktor dapat ditempuh dengan biaya sekitar Rp55 juta hingga lulus, sedangkan program magister berkisar Rp20 jutaan,” ungkapnya.

Saat ini, Unisda mengelola lima program pascasarjana yang terdiri dari dua program doktoral dan tiga program magister.

Program doktoral meliputi Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam (PAI), sedangkan program magister mencakup PAI, PBSI, serta Hukum.

Khusus Program Doktor Studi Islam, keunggulannya terletak pada cakupan konsentrasi yang luas, mulai dari ekonomi bisnis Islam hingga kebijakan publik dan kesehatan.

Kualitas akademik juga diperkuat dengan tujuh program studi berakreditasi unggul serta dukungan lima guru besar tetap.

Di antaranya Titiek Rohanah Hidayati, Muhtadi Ridlwan, Djawahir Hejjazie, Syihabuddin Qalyubi, serta M. Afif Hasbullah.

Sementara itu, posisi Ketua Program Studi Doktor saat ini dijabat oleh Babun Suharto.

Kepercayaan terhadap Unisda juga datang dari tingkat internasional, dengan hadirnya mahasiswa dari Thailand dan Timor Leste.

Salah satunya adalah Domingos Lopes Lemos yang turut menempuh studi pascasarjana di kampus tersebut.

Penulis : Yoga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow