Satu Tahun "Gus Fawait": Jember Pecahkan Rekor Tingkat Kemiskinan Terendah dalam 10 Tahun

Mar 31, 2026 - 18:47
 0
Satu Tahun "Gus Fawait": Jember Pecahkan Rekor Tingkat Kemiskinan Terendah dalam 10 Tahun
Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan kepada awak media selepas Rapat Paripurna LKPJ 2025, di Gedung DPRD Jember, Selasa (31/3/26)

KABAR RAKYAT, JEMBER – Angka statistik seringkali hanya menjadi deretan angka di atas kertas, namun bagi Kabupaten Jember, laporan kinerja tahun 2025 menjadi bukti sebuah lompatan positif. Di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait atau karib disapa "Gus Fawait", Jember mencatatkan rekor angka kemiskinan terendah dalam 10 tahun terakhir, menyentuh 8,67 persen.

Capaian monumental ini disampaikan langsung oleh Bupati dalam Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 di DPRD Jember, Selasa (31/3/2026). Tak sebatas perihal kemiskinan, Jember bertransformasi menjadi "magnet" investasi baru di Jawa Timur.

Fiskal Mandiri Tanpa Bebani Rakyat

Satu titik balik yang paling mencolok adalah lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menembus angka  Rp 1,058 Triliun. Menariknya, kenaikan fantastis sebesar 135 persen ini diraih tanpa kebijakan populer yang menyakitkan, tidak ada kenaikan pajak maupun retribusi daerah.

Strategi ini sejalan dengan meroketnya nilai investasi sebesar 70,2 persen menjadi Rp 2,57 triliun.

"Ini adalah fondasi. Jember tidak lagi sekadar berjalan, tapi berlari menuju kemandirian fiskal," tegas Muhammad Fawait Bupati Jember di hadapan anggota dewan.

Memutus Gelap di Bandealit, Membuka Langit di Notohadinegoro

Infrastruktur di tahun pertama ini tidak lagi hanya soal aspal. Simbol keberhasilan konektivitas ditandai dengan menyalanya listrik di Dusun Bandealit tepat pada 17 Agustus 2025—mengakhiri penantian panjang warga di pelosok yang puluhan tahun hidup dalam kegelapan.

Di sisi lain, "langit" Jember kembali terbuka. Reaktivasi Bandara Notohadinegoro dengan rute langsung Jakarta dan Bali bukan sekadar seremoni. Dampaknya instan: 1,8 juta wisatawan menyerbu Jember dalam setahun, menghidupkan kembali nadi ekonomi kreatif dan perhotelan yang sempat stagnan.

Sentuhan Humanis: Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji

Pemkab kali ini tampak ingin memastikan APBD "dirasakan langsung di saku dan meja makan" warga, melalui beberapa terobosan:

  • Program Beasiswa Cinta Bergema: Melalui ini, 7.037 mahasiswa dibiayai hingga lulus tanpa perlu daftar ulang berkali-kali.
  • Insentif Guru Ngaji: Sebanyak 21.399 guru ngaji kini menerima insentif dengan cara yang lebih terhormat—cukup di kantor desa tanpa antre panjang di bank—ditambah perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
  • Kesehatan Gratis: Dengan capaian UHC 99,46 persen, warga Jember dibawah kepimpinan Bupati Jember Gus Fawait, bisa berobat gratis hanya bermodal KTP di fasilitas kesehatan seluruh Indonesia.

Digitalisasi "Wadul Gus’e"

Transparansi bukan lagi jargon. Melalui kanal aduan Wadul Gus’e, lebih dari 10 ribu keluhan warga masuk dengan tingkat penyelesaian mencapai 86 persen. Pola komunikasi ini diperkuat dengan gaya "jemput bola" melalui program Bunga Desaku, di mana Bupati tercatat telah berkantor di 60 desa sepanjang tahun 2025 untuk mendengar langsung aspirasi dari akar rumput.

"Capaian 2025 adalah langkah awal. Masih banyak tantangan, tapi kita sudah berada di jalur yang benar untuk membawa Jember naik kelas," pungkas Gus Fawait.

Highlight Utama LKPJ Bupati Jember 2025: 

  • Pertumbuhan Ekonomi : 5,47% | Melampaui rata-rata Jatim & Nasional |
  • Angka Kemiskinan :8,67% | Terendah dalam 10 tahun terakhir |
  • PAD 2025 : Rp 1,058 T | Naik 135% tanpa menaikan pajak/retribusi |
  • Investasi : Rp 2,57 T | Tumbuh 70,2% (139% dari target) |
  • Kesehatan (UHC) | 99,46% | Pengobatan gratis seluruh Indonesia |

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow