Peningkatan Kapasitas SDM, Pekerja SPPG Mangli Ikuti Sosialisasi Proteksi Kebakaran dari Damkar Bondowoso

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari Tim SPPG Pujer dan menghadirkan 8 narasumber dari Damkar Bondowoso. Sosialisasi ini menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas SDM dapur, mengingat tingginya aktivitas memasak setiap hari yang melibatkan api dan peralatan panas, sehingga membutuhkan pemahaman teknis terkait keselamatan kerja.

Feb 7, 2026 - 22:03
Feb 8, 2026 - 13:20
 0
Peningkatan Kapasitas SDM, Pekerja SPPG Mangli Ikuti Sosialisasi Proteksi Kebakaran dari Damkar Bondowoso
Salah satu peserta pelatihan saat mencoba simulasi memadamkan api dari tabung gas

KABAR RAKYAT, BONDOWOSO Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dapur terus dilakukan di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Mangli, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi proteksi kebakaran yang digelar bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bondowoso sebagai langkah antisipasi potensi risiko kebakaran di area dapur pengolahan makanan, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari Tim SPPG Pujer dan menghadirkan 8 narasumber dari Damkar Bondowoso. Sosialisasi ini menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas SDM dapur, mengingat tingginya aktivitas memasak setiap hari yang melibatkan api dan peralatan panas, sehingga membutuhkan pemahaman teknis terkait keselamatan kerja.

Sosialisasi dipandu langsung oleh perwakilan Damkar Bondowoso, Martanto Budi Santoso, yang menegaskan bahwa dapur pengolahan seperti SPPG memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi apabila tidak dibarengi dengan kesiapsiagaan personel.

“Untuk kegiatan kali ini, fokus kami adalah sosialisasi proteksi kebakaran. Di lokasi MBG dan dapur pengolahan memang terdapat potensi insiden, sehingga penting dilakukan pembekalan teknis pencegahan dan penanganan awal,” ujar Martanto.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh regu Damkar Bondowoso terlibat sebagai instruktur. Martanto menjelaskan bahwa seluruh personel Damkar telah mengikuti pelatihan pemadam tingkat satu dan dua, sehingga siap memberikan materi dan pendampingan teknis kapan pun dibutuhkan.

Adapun materi yang disampaikan meliputi teknik penanganan kebakaran secara manual menggunakan media kain seperti handuk, jaket, atau karung goni untuk menutup titik api, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tata cara pengoperasian APAR yang benar, hingga metode perawatannya. Peserta juga dibekali pemahaman prosedur darurat apabila upaya pemadaman awal tidak berhasil.

“Langkah pertama tetap segera menghubungi Damkar. Sambil menunggu, bisa dilakukan penanganan awal sesuai pelatihan. SOP kami maksimal 15 menit sudah tiba di lokasi,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Siti Faridah, petugas pengolahan di SPPG Pujer, mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam menunjang keselamatan kerja di dapur.

“Praktik tadi benar-benar memberi banyak manfaat. Sekarang kami tahu kalau terjadi kebocoran api bisa langsung menggunakan kain basah untuk menutupnya. Dulu belum tahu harus pakai apa,” ungkap Siti.

Ia juga mengakui bahwa sebelumnya rasa khawatir terhadap risiko kebakaran kerap muncul, mengingat aktivitas dapur yang padat setiap hari. Namun dengan adanya pelatihan ini, dirinya dan rekan-rekan merasa lebih siap dan tenang dalam menghadapi situasi darurat.

Diketahui, kegiatan sosialisasi ini merupakan dapur kedua yang telah mendapatkan pelatihan serupa. Damkar Bondowoso menyebutkan bahwa permintaan sosialisasi proteksi kebakaran terus meningkat, mulai dari SPPG, dinas pendidikan, sekolah, perkantoran, hingga fasilitas umum lainnya, dan akan terus dilaksanakan secara bertahap.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas SDM Tim SPPG Pujer semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek pelayanan gizi, tetapi juga dalam kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran, demi menjamin keselamatan kerja serta keberlangsungan operasional dapur.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow