38 Ambulans Desa Sudah Disalurkan, Pemkab Situbondo Anggarkan 20 Unit Lagi Tahun 2026
Pemkab Situbondo telah menyalurkan 38 mobil ambulans desa dari anggaran 2025 dan kembali menganggarkan 20 unit tambahan pada 2026. Program ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan darurat hingga tingkat desa.
KABAR RAKYAT,SITUBONDO– Pemerintah Kabupaten Situbondo memperkuat layanan kesehatan tingkat desa dengan menyalurkan 38 unit mobil ambulans ke berbagai wilayah. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemenuhan akses kesehatan cepat bagi masyarakat hingga pelosok desa.
Puluhan ambulans tersebut merupakan pengadaan dari Tahun Anggaran 2025 yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan Situbondo. Kendaraan ini difungsikan sebagai penunjang layanan kesehatan darurat, rujukan pasien, hingga mobilitas layanan medis desa.
Data yang dihimpun menyebutkan, 38 ambulans itu kini tersebar di sejumlah kecamatan dan menjangkau 37 desa di Kabupaten Situbondo. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan kesehatan di masing-masing wilayah.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan program ini berangkat dari banyaknya keluhan warga terkait sulitnya mengakses mobil siaga desa saat kondisi darurat kesehatan.
“Ikhwal adanya ide satu desa satu ambulans itu karena sulitnya masyarakat mengakses mobil siaga desa untuk kepentingan pelayanan kesehatan,” ujar Bupati, Kamis (29/01/2026).
Menurutnya, ambulans ditempatkan di fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Pemerintah desa juga dilibatkan dalam pengawasan operasional.
Bupati menjelaskan, aset kendaraan tersebut tetap menjadi milik Dinas Kesehatan. Sementara biaya operasional seperti bahan bakar dan honor sopir ditanggung melalui skema anggaran Dinkes, termasuk dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBCHT).
“Janji kampanye satu desa satu ambulans, mekanismenya aset milik Dinkes, ditempatkan di Pustu. BBM dan honor driver diambilkan dari mekanisme Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Dalam penyaluran, pemerintah daerah menerapkan berbagai pendekatan, termasuk melihat kesiapan desa dalam mendukung pelayanan, keaktifan kepala desa dalam forum koordinasi, hingga komitmen perbaikan infrastruktur pendukung.
“Pelayanan itu beragam, jadi dikombinasikan dengan berbagai pendekatan. Ada juga soal keaktifan kepala desa, kesiapan desa, termasuk pembenahan sarana pendukung,” kata Bupati.
Ia menegaskan, ambulans tersebut diprioritaskan sepenuhnya untuk pelayanan masyarakat dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi perangkat desa.
Pemkab Situbondo juga memastikan desa yang belum menerima ambulans tetap akan mendapat giliran. Untuk Tahun Anggaran 2026, pemerintah telah menyiapkan tambahan 20 unit ambulans yang akan kembali disalurkan ke desa-desa.
Langkah ini diharapkan mampu memangkas keterlambatan penanganan pasien, mempercepat rujukan medis, serta memperkuat sistem layanan kesehatan berbasis desa di Kabupaten Situbondo.
What's Your Reaction?