POBSI Jatim Ubah Stigma Negatif Biliar, Kejurprov Lamongan Jadi Ajang Pembuktian

POBSI Jawa Timur terus mengubah stigma negatif olahraga biliar melalui Kejurprov Biliar Jatim 2026 di Lamongan. Ajang ini menjadi sarana pembinaan atlet muda menuju Porprov 2027 sekaligus membuktikan bahwa biliar merupakan olahraga prestasi yang semakin diminati generasi muda

Jun 23, 2026 - 18:13
 0
POBSI Jatim Ubah Stigma Negatif Biliar, Kejurprov Lamongan Jadi Ajang Pembuktian
Kejurprov Biliar Jawa Timur yang diselenggarakan di Lamongan diikuti ratusan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

LAMONGAN — Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jawa Timur terus berupaya mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap olahraga biliar. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Biliar Jawa Timur 2026 yang digelar di Kabupaten Lamongan.

Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi bagi para atlet muda, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa biliar merupakan cabang olahraga prestasi yang diakui secara resmi dan memiliki jenjang karier yang jelas.

Ketua POBSI Jawa Timur, Pujo Asmoro Hadi, mengatakan pihaknya telah berjuang sejak 2010 untuk menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat pada olahraga biliar.

Menurut Pujo, persepsi lama yang menganggap biliar identik dengan aktivitas hiburan semata harus diluruskan. Saat ini, biliar telah berkembang menjadi cabang olahraga yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Tujuan utama kami adalah membangun dan mengubah image biliar. Dulu olahraga ini sering dipandang negatif, sekarang kami ingin menunjukkan bahwa biliar adalah olahraga prestasi resmi di bawah naungan KONI,” ujarnya saat ditemui di sela-sela Kejurprov Biliar Jatim 2026 di Lamongan.

Ia menjelaskan bahwa atlet biliar saat ini memiliki peluang besar untuk berprestasi hingga tingkat internasional, termasuk mewakili Indonesia pada ajang SEA Games maupun Asian Games.

Selain itu, atlet berprestasi juga memiliki kesempatan mendapatkan penghargaan berupa karier yang lebih baik di masa depan.

Sudah banyak atlet biliar yang meraih medali emas kemudian diangkat menjadi ASN atau direkrut oleh perusahaan besar dan perbankan. Ini menunjukkan bahwa biliar memiliki prospek yang menjanjikan,” kata Pujo.

Kejurprov Biliar Jawa Timur 2026 sendiri difokuskan pada kategori junior sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang akan berlangsung di Surabaya.

Menurut Pujo, kejuaraan ini menjadi sarana uji kemampuan sekaligus pemanasan bagi atlet-atlet muda yang diproyeksikan tampil pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Ini merupakan try out utama bagi atlet junior Jawa Timur dalam rangka persiapan Porprov 2027. Selain itu, ajang ini juga menjadi penyegaran bagi para wasit dalam memimpin kejuaraan resmi,” jelasnya.

Dalam Kejurprov kali ini, POBSI Jatim mempertandingkan delapan nomor pertandingan, mulai nomor 8 ball, 9 ball, 10 ball, 15 ball, hingga snooker untuk kategori tunggal dan ganda putra maupun putri.

Selain itu, POBSI Jatim juga mulai memperkenalkan nomor baru yakni English Billiard yang direncanakan akan menjadi salah satu nomor resmi pada Porprov mendatang.

Tak hanya menjadi tuan rumah Kejurprov, Lamongan juga dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) nomor snooker sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Pujo mengapresiasi perkembangan organisasi biliar di Jawa Timur yang semakin merata. Dari total 38 kabupaten/kota, hanya Kabupaten Situbondo yang hingga kini belum memiliki kepengurusan resmi POBSI.

Hanya Situbondo yang belum memiliki Pengkab POBSI. Sementara 37 kabupaten dan kota lainnya sudah terbentuk dan aktif mengikuti berbagai kegiatan pembinaan maupun kompetisi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua POBSI Lamongan, Kartika Asianto Undoyoko, menyebut antusiasme peserta Kejurprov tahun ini sangat tinggi. Mayoritas peserta masih berusia pelajar SMA, termasuk atlet putri yang turut berpartisipasi.

Banyak peserta yang masih usia SMA, bahkan tidak sedikit atlet putri yang mengenakan jilbab. Ini membuktikan bahwa image biliar sudah berubah dan semakin diterima sebagai olahraga prestasi,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Dodon itu menambahkan, status Lamongan sebagai tuan rumah Kejurprov menjadi motivasi bagi POBSI Lamongan untuk terus mengembangkan olahraga biliar melalui berbagai turnamen rutin setiap tahun.

Ke depan kami akan terus menggelar turnamen tahunan. Selain itu, ada juga sistem arisan turnamen yang dilaksanakan secara bergilir di rumah-rumah biliar yang ada di Lamongan,” pungkasnya.

Penulis : Yuga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow