RSUD Sumenep Perluas Layanan Spesialis, Target Jadi Rujukan Utama Madura Nasional

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep memperluas layanan spesialis dan inovasi digital kesehatan, menjadi rumah sakit rujukan Madura dengan teknologi medis modern.

Feb 22, 2026 - 03:52
 0
RSUD Sumenep Perluas Layanan Spesialis, Target Jadi Rujukan Utama Madura Nasional
Tampak papan ikon berbentuk hati bertuliskan “Kami ada untuk anda” di depan gedung RSUD dr. H. Moh. Anwar, Sumenep, yang menjadi simbol komitmen pelayanan kesehatan bagi masyarakat

KABAR RAKYAT,SUMENEP – Manajemen RSUD dr. H. Moh. Anwar di Sumenep, Jawa Timur menegaskan tidak cepat puas dengan berbagai capaian layanan kesehatan meski telah mendapat sejumlah penghargaan dari berbagai instansi.

Sepanjang 2025, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut mencatat sejumlah prestasi, salah satunya keberhasilan tindakan operasi tumor tiroid jinak tanpa pisau bedah melalui metode radio frequency ablation (RFA).

Metode ini hanya membutuhkan tusukan seukuran jarum suntik dengan prosedur cepat, minim risiko, tanpa rawat inap, serta memungkinkan pasien langsung pulang setelah tindakan medis dilakukan.

Selain itu, rumah sakit pelat merah ini juga berhasil membuka layanan Spesialis Urologi yang telah mengantongi izin operasional dari Kementerian Kesehatan RI.

Keberhasilan tersebut membuat RSUD ini semakin dipercaya sebagai rumah sakit rujukan. Bahkan, pasien dari luar daerah mulai berdatangan karena fasilitas medis dinilai lebih lengkap dengan dukungan layanan spesialis sesuai kebutuhan masyarakat.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, menyatakan pihaknya berkomitmen terus mengembangkan kualitas layanan agar masyarakat semakin mudah memperoleh akses kesehatan.

Ia menjelaskan, selama ini pasien dengan penyakit prostat kerap harus dirujuk ke Surabaya untuk mendapat penanganan medis. “Kami akan terus memperluas cakupan layanan spesialis agar benar-benar menjadi rujukan utama di wilayah Madura,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Tak hanya memperluas layanan, rumah sakit terbesar di kabupaten berlambang kuda terbang itu juga menerapkan digitalisasi sistem, mulai antrean online, pra-booking poliklinik, hingga pembayaran non-tunai guna memangkas birokrasi dan waktu tunggu pasien.

Manajemen juga memperkuat jumlah dokter spesialis agar kebutuhan riil masyarakat dapat terpenuhi tanpa bergantung pada rujukan luar daerah, termasuk menghadirkan program La Sehat, layanan antar pasien gratis bagi warga yang kesulitan transportasi saat pulang.

Program tersebut dinilai menjadi bukti keberpihakan rumah sakit terhadap kelompok rentan. Berbagai inovasi yang dilakukan bahkan mendorong peningkatan status rumah sakit dari tipe C menjadi tipe B.

Terbaru, rumah sakit yang berlokasi di Jalan dr. Cipto itu menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia Sumenep kategori inovasi dan digitalisasi karena dinilai berhasil melakukan terobosan layanan sepanjang 2025.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow