HUT Aceh Singkil Tuai Kritik, Tokoh Pemekaran Tak Diundang Panitia
Peringatan HUT ke-27 Aceh Singkil disorot karena tokoh pemekaran tidak diundang. Asmauddin menilai panitia lalai dan meminta evaluasi ke depan.
ACEH SINGKIL – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Aceh Singkil yang digelar di halaman Kantor Bupati, Pulo Sarok, Senin (27/4/2026), menuai sorotan dari sejumlah tokoh daerah. Pasalnya, banyak figur penting dalam perjuangan pemekaran tidak terlihat hadir dalam acara tersebut.
Ketidakhadiran para tokoh ini diduga karena tidak menerima undangan dari panitia. Tak hanya pejuang pemekaran, sejumlah mantan bupati, penjabat (Pj) bupati, hingga mantan wakil bupati juga tidak tampak di antara tamu undangan.
Mantan Wakil Ketua Pemekaran Aceh Singkil, H. Asmauddin, angkat bicara terkait kondisi tersebut. Ia yang hadir mengenakan pakaian adat menyayangkan banyaknya tokoh yang tidak diundang.
“Ada riak-riak di luar. Banyak tokoh yang terlibat dalam perjuangan pemekaran masih hidup dan mendukung, tetapi pada HUT ke-27 ini tidak mendapat undangan,” ujarnya.
Asmauddin yang juga pernah menjabat sebagai Pj Bupati Aceh Singkil periode 2016–2017 berharap ke depan panitia lebih teliti dan menghargai kontribusi para tokoh.
“Kalau pun sudah tiada, sebaiknya keluarga mereka yang diundang. Hal-hal kecil seperti ini tolong diperhatikan,” tambahnya.
Sementara itu, mantan Pj Bupati Aceh Singkil periode 2005–2006, Ir. Azmi Yunus, mengaku sebenarnya telah menerima undangan dari pihak protokoler, namun berhalangan hadir.
“Saya ada dapat undangan dan sudah dikonfirmasi untuk disediakan kursi, tetapi karena ada keperluan lain saya tidak bisa hadir,” jelasnya.
Azmi juga menyebut bahwa pada peringatan tahun-tahun sebelumnya dirinya diundang sebagai tokoh masyarakat, bukan sebagai mantan pejabat.
“Kalau sebelumnya saya diundang sebagai masyarakat, bukan mantan Pj Bupati. Saya sendiri belum merasa sebagai tokoh masyarakat, jadi agak malu,” ujarnya sambil berseloroh.
Sorotan ini menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan HUT daerah ke depan agar lebih inklusif dan menghargai jasa para tokoh yang telah berkontribusi dalam sejarah berdirinya Kabupaten Aceh Singkil.
What's Your Reaction?