Banjir Lumpuhkan Jalan Desa Bojoasri, Pelajar Lamongan Bersihkan Sungai Demi Sekolah

Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero melumpuhkan jalan di Desa Bojoasri, Kalitengah, Lamongan. Ratusan siswa dan guru LP Ma’arif NU Khozainul Ulum turun membersihkan enceng gondok demi memulihkan jalur transportasi sungai.

Jan 8, 2026 - 17:08
 0
Banjir Lumpuhkan Jalan Desa Bojoasri, Pelajar Lamongan Bersihkan Sungai Demi Sekolah
Ratusan siswa dan guru LP Ma’arif NU Khozainul Ulum bahu-membahu membersihkan enceng gondok yang menutup aliran Sungai Bengawan Jero di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, demi memulihkan jalur transportasi warga yang terdampak banjir.

KABAR RALKYAT,LAMONGAN – Tingginya intensitas hujan menyebabkan Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meluap. Akibatnya, jalan poros di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, lumpuh total karena terendam banjir.

Kondisi tersebut memaksa warga dan para pelajar menggunakan jalur sungai sebagai satu-satunya akses transportasi. Namun, jalur air itu pun tak mudah dilalui lantaran tertutup rapat oleh hamparan tanaman enceng gondok.

Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, ratusan siswa dan guru dari Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Khozainul Ulum turun tangan melakukan aksi bersih-bersih sungai. Mereka bahu-membahu membersihkan gulma yang menyumbat aliran air.

Dengan peralatan seadanya, para siswa dan guru menarik serta mengangkat enceng gondok dari sungai. Bahkan, sejumlah siswa dan guru rela menceburkan diri ke dalam air demi mempercepat proses pembersihan agar perahu bisa kembali melintas.

Ketua LP Ma’arif NU Khozainul Ulum, Ahmad Daman Huri, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya nyata memulihkan jalur transportasi warga yang terputus.

“Kegiatan ini adalah bukti kepedulian kami terhadap lingkungan. Sungai ini merupakan jalur utama transportasi masyarakat, namun saat ini lumpuh total karena tertutup enceng gondok,” ujar Ahmad Daman Huri di sela kegiatan.

Meski harus berbasah-basahan dan menguras tenaga, para siswa terlihat antusias mengikuti aksi gotong royong tersebut. Mereka menyadari bahwa normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas sehari-hari bisa kembali berjalan.

Atifah, salah satu siswi MTs, mengaku tetap semangat meski harus turun langsung ke sungai. Ia menyebut tidak ada pilihan lain karena akses darat menuju sekolah sudah tidak bisa dilewati akibat banjir.

Hal senada diungkapkan Zahiro dan Elsa. Keduanya mengatakan sungai kini menjadi satu-satunya jalur transportasi untuk bisa sampai ke sekolah. “Membersihkan enceng gondok di sungai karena sungainya dipakai transportasi ke sekolah naik perahu. Jalan utama sudah terendam banjir dan tidak bisa dilewati,” kata Zahiro dan Elsa.

Pihak sekolah menambahkan, selain melancarkan arus transportasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. “Ini menjadi edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem air demi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar,” ungkap perwakilan sekolah.

Aksi gotong royong tersebut diharapkan mampu memicu kesadaran masyarakat lebih luas untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai, terutama di musim hujan yang rawan banjir luapan.

Penulis : Yoga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow