Direktur Baru PDAM Trenggalek Dilantik, Mas Ipin Targetkan Layanan Maksimal

Direktur baru PDAM Trenggalek Khoirul Ansori resmi dilantik. Bupati Mas Ipin menargetkan layanan lebih progresif melalui pembenahan sistem dan pengembangan usaha Tirta Pure.

Apr 2, 2026 - 16:30
 0
Direktur Baru PDAM Trenggalek Dilantik, Mas Ipin Targetkan Layanan Maksimal
Mochamad Nur Arifin Bupati Trenggalek menyerahkan dokumen dan berjabat tangan dengan pejabat yang baru dilantik dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat dan aparatur sipil negara sebagai bentuk penguatan tata kelola pemerintahan.

TRENGGALEK – Direktur baru Perumda Tirta Wening (PDAM) Kabupaten Trenggalek, Khoirul Ansori, resmi dilantik bersamaan dengan delapan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Khoirul bukan sosok baru di sektor pelayanan air minum. Ia masih aktif sebagai Kepala Unit PDAM Lawang dan memiliki pengalaman panjang selama 34 tahun di bidang tersebut.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, menargetkan kepemimpinan baru ini mampu membawa perubahan signifikan, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Saya ingin pelayanan PDAM bisa lebih progresif ke depan. Kita buka seleksi, saya tidak melihat siapa orangnya, tetapi kualitas dan rekam jejaknya,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Mas Ipin menegaskan, proses pemilihan direktur dilakukan secara terbuka dan berbasis merit system, sehingga menghasilkan figur terbaik untuk memimpin perusahaan daerah tersebut.

Ia juga membeberkan sejumlah target strategis yang harus segera dijalankan oleh direktur baru, salah satunya melakukan asesmen menyeluruh terhadap sistem layanan.

Langkah tersebut mencakup identifikasi potensi kebocoran air serta titik lemah dalam operasional perusahaan.

Selain itu, Perumda Tirta Wening akan mengembangkan skema bisnis cross cutting melalui lini usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Pure.

Pengembangan usaha ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru yang mampu menopang peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat.

“Termasuk asesmen terhadap sumber air yang kita miliki agar pelayanan bisa lebih optimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Khoirul Ansori menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Jabatan ini bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengakui, sejumlah tantangan yang dihadapi PDAM saat ini antara lain tingginya tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), efisiensi biaya operasional, serta peningkatan pendapatan perusahaan.

Sebagai langkah awal, ia akan menyusun program kerja 100 hari pertama yang difokuskan pada pembenahan internal dan peningkatan kualitas layanan.

Di sisi lain, Khoirul melihat peluang besar dari pengembangan produk air minum dalam kemasan Tirta Pure sebagai identitas daerah.

“Kita kuatkan brand daerah. Tirta Pure ini milik masyarakat Trenggalek, harus menjadi kebanggaan bersama,” jelasnya.

Terkait keluhan pelanggan, seperti gangguan distribusi saat musim hujan, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Semua akan kami pelajari dan koordinasikan agar pelayanan ke depan semakin baik,” pungkasnya.


 

Penulis : Witono Hadi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow