Investasi Jember Melonjak 70 Persen, Serap Hampir 10 Ribu Tenaga Kerja

Apr 2, 2026 - 14:02
Apr 2, 2026 - 16:28
 0
Investasi Jember Melonjak 70 Persen, Serap Hampir 10 Ribu Tenaga Kerja
Bupati Jember Muhammad Fawait, saat menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Jember.

JEMBER - Kinerja ekonomi Kabupaten Jember sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. 

Realisasi investasi melonjak signifikan, sementara inflasi tetap dalam kondisi terkendali meski ada tekanan pada sejumlah komoditas.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year) Jember pada Maret 2026 sebesar 3,84 persen. 

Angka ini sedikit di atas inflasi nasional 3,48 persen dan Jawa Timur 3,79 persen, menandakan tekanan harga relatif lebih tinggi namun masih dalam batas wajar.

Bupati Jember Muhammad Fawait, menyebut pengendalian inflasi terus dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Kami rutin menggelar operasi pasar dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga pasokan BBM, LPG, serta bahan pangan tetap aman dan terjangkau,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Tekanan inflasi terutama datang dari kelompok perawatan pribadi yang naik 13,66 persen. Di sisi lain, kelompok teknologi informasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 2,56 persen sehingga membantu menahan laju kenaikan harga.

Di sektor investasi, kinerja Jember mencatat lonjakan tajam. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi 2025 mencapai Rp 2,57 triliun, naik 70,2 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp 1,51 triliun.

Angka ini melampaui target RPJMD 2025–2029 yang dipatok Rp 1,85 triliun. Sektor properti dan kawasan industri menjadi kontributor terbesar.

Total investasi tersebut berasal dari 457 unit usaha dan menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru. 

Lima sektor utama penopang investasi meliputi properti dan kawasan industri, industri makanan, kimia dan farmasi, mineral non-logam, serta perdagangan dan reparasi.

“Investasi harus berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja,” kata Fawait.

Pemerintah daerah menargetkan tren ini berlanjut dengan menjaga iklim usaha tetap kondusif, sekaligus memastikan stabilitas harga agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. (Rok)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow