Direktur RSUD Bondowoso Tegaskan Rekrutmen Nakes Prosedural, Transparan, Nilai Tak Bisa Diubah

Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso menegaskan proses rekrutmen tenaga kesehatan non ASN dilakukan secara transparan dan berbasis sistem komputer. Ia membantah adanya praktik titipan serta mempersilakan Inspektorat melakukan audit apabila diperlukan.

May 11, 2026 - 13:33
May 11, 2026 - 13:47
 0
Direktur RSUD Bondowoso Tegaskan Rekrutmen Nakes Prosedural, Transparan, Nilai Tak Bisa Diubah
Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Dr. Yus Priyatna

BONDOWOSO – Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Dr. Yus Priyatna, menegaskan proses rekrutmen tenaga kesehatan non ASN di lingkungan rumah sakit berjalan sesuai prosedur alias prosedural dan dilakukan secara transparan.

Penegasan itu disampaikan Yus Priyatna untuk menjawab berbagai pertanyaan publik terkait pelaksanaan seleksi tenaga perawat, khususnya mengenai hasil nilai peserta yang tidak diumumkan seluruhnya secara terbuka.

Menurutnya, sistem seleksi menggunakan perangkat komputer sehingga hasil ujian peserta langsung muncul otomatis setelah tes selesai dikerjakan, bahkan nilai tidak bisa diubah. Karena itu, ia memastikan tidak ada celah untuk merekayasa maupun mengubah nilai peserta.

“Tidak ada caranya merubah nilai memakai komputer. Begitu dienter keluar hasilnya sudah selesai,” ujar Yus Priyatna pada Kabarrakyat.id, Senin (11/05/2026).

Ia menjelaskan, setiap peserta sebenarnya sudah bisa mengetahui nilai masing-masing sesaat setelah menyelesaikan ujian. Namun panitia seleksi tidak mengunggah seluruh hasil nilai karena seluruh peserta tetap melanjutkan ke tahapan berikutnya.

“Sebetulnya ada nilainya, kan itu bisa dilihat lewat komputer. Jadi begitu dia selesai mengerjakan, pesertanya sendiri sudah tahu nilainya berapa,” katanya.

Menurut Yus, teknis pengumuman hasil seleksi merupakan kewenangan panitia yang berasal dari bagian kepegawaian rumah sakit. Meski begitu, ia memastikan seluruh proses tetap terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Panitia punya alasannya sendiri. Garis besarnya transparan,” ungkapnya.

Yus juga membantah isu adanya praktik titipan dalam rekrutmen tenaga kesehatan tersebut. Ia menegaskan seluruh peserta wajib mengikuti ujian tanpa pengecualian.

“Enggak ada titipan. Semua peserta harus ujian,” tegasnya.

Terkait adanya dorongan audit dari sejumlah pihak, termasuk DPRD Bondowoso, pihak rumah sakit mengaku tidak keberatan apabila proses seleksi diperiksa oleh Inspektorat.

Menurutnya, rumah sakit siap membuka seluruh tahapan rekrutmen yang telah dilaksanakan.

“Kalau sampai tidak percaya ya silakan diaudit oleh inspektorat. Tidak ada masalah, prosesnya transparan,” ujarnya.

Yus menjelaskan, Inspektorat memang tidak dilibatkan sejak awal karena proses rekrutmen tersebut merupakan mekanisme internal rumah sakit dalam skema pegawai kontrak BLUD.

“Karena ini internal rumah sakit dan yang menggunakan juga rumah sakit sendiri,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan nilai peserta tidak dapat diakses sembarang pihak karena menyangkut privasi masing-masing peserta seleksi.

“Peserta lain melihat nilainya peserta lainnya tidak boleh. Itu privasi,” tandasnya.

Rekrutmen tenaga kesehatan non ASN tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso.

Saat ini, rumah sakit disebut masih mengalami kekurangan tenaga perawat sehingga tambahan SDM dinilai mendesak diperlukan.

“Memang minus pegawai. Kan itu perlu perawat juga,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow