Distribusi Pupuk Bersubsidi 2026 di Bondowoso Dikawal Ketat, Petani Diminta Aktif Cek Alokasi

Account Executive PT Pupuk Indonesia Jatim 3, Slamet Saputra, mengatakan pengawasan dilakukan sejak tahap perencanaan hingga penyaluran di kios resmi.

Jan 21, 2026 - 13:10
 0
Distribusi Pupuk Bersubsidi 2026 di Bondowoso Dikawal Ketat, Petani Diminta Aktif Cek Alokasi
PT Pi saat meninjau pupuk

KABAR RAKYAT, BONDOWOSO — PT Pupuk Indonesia (PT Pi) menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawalan distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bondowoso pada tahun anggaran 2026 agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah di tingkat petani.

Account Executive PT Pupuk Indonesia Jatim 3, Slamet Saputra, mengatakan pengawasan dilakukan sejak tahap perencanaan hingga penyaluran di kios resmi. Seluruh alokasi pupuk disusun berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diinput langsung oleh petani melalui sistem elektronik.

“Mulai dari data petani, jumlah kebutuhan, sampai distribusi ke kios, semuanya kami kawal. Ini untuk memastikan pupuk bersubsidi benar-benar diterima petani yang berhak,” ujar Slamet, Rabu (21/1/2026).

Pada 2026, Kabupaten Bondowoso mendapat alokasi pupuk bersubsidi berupa Urea 33.791 ton, NPK 23.861 ton, pupuk organik 469 ton, serta ZA sekitar 132,9 ton yang akan disalurkan ke 22 kecamatan.

Menurut Slamet, perbedaan alokasi di setiap kecamatan disesuaikan dengan luas lahan, jenis komoditas, dan musim tanam. Karena itu, ia mengimbau petani aktif memeriksa data kepesertaan dan menebus pupuk sesuai kuota yang tercantum di sistem.

“Kami minta petani disiplin menebus pupuk di kios resmi dan sesuai alokasi. Dengan begitu, distribusi bisa merata dan potensi penyimpangan dapat dicegah,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan petani sangat penting dalam menjaga kelancaran program pupuk bersubsidi sebagai bagian dari upaya mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Bondowoso.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow