GMNI Unisla Tanam Ratusan Pohon, Serukan Keadilan Ekologis Hari Bumi

GMNI Unisla Lamongan memperingati Hari Bumi dengan menanam ratusan pohon melalui Gerakan Hijau Marhaenis. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap krisis lingkungan, perubahan iklim, dan upaya menjaga keadilan ekologis bagi masyarakat.

Apr 24, 2026 - 19:30
 0
GMNI Unisla Tanam Ratusan Pohon, Serukan Keadilan Ekologis Hari Bumi
Mahasiswa GMNI Unisla Lamongan berpose kompak mengenakan jas merah khas organisasi sambil mengangkat kepalan tangan sebagai simbol semangat perjuangan. Di depan mereka tampak ratusan bibit pohon yang akan ditanam dalam aksi “Gerakan Hijau Marhaenis” di kawasan Taman Gajah Mada Lamongan, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan peringatan Hari Bumi.

LAMONGAN – Memperingati Hari Bumi, Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Unisla Lamongan menggelar aksi nyata bertajuk “Gerakan Hijau Marhaenis”. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui penanaman ratusan bibit pohon sebagai respons atas krisis lingkungan yang semakin mengancam kehidupan masyarakat kecil.

Ketua Komisariat GMNI Unisla Lamongan, Mohammad Ali Khaidari, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi bentuk komitmen mahasiswa dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan. Ia menyebut, degradasi alam yang terjadi saat ini tidak hanya berkaitan dengan sampah, tetapi juga perubahan iklim yang kian ekstrem.

Menurut Haidar, sapaan akrabnya, GMNI memandang kerusakan lingkungan bukan sekadar persoalan ilmiah. Lebih dari itu, isu tersebut merupakan persoalan kemanusiaan yang berdampak langsung pada kaum marhaen.

“Perjuangan keadilan sosial kini tidak lagi bisa dipisahkan dari keadilan ekologis. Kaum marhaen seperti petani dan nelayan adalah kelompok paling rentan terdampak degradasi sumber air dan ketidakpastian iklim,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanaman ratusan pohon ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran kolektif, baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas, agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan.

Lebih lanjut, Haidar menjelaskan bahwa langkah penanaman pohon dipilih sebagai simbol keberlanjutan hidup. GMNI menilai krisis lingkungan saat ini telah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan sehingga membutuhkan aksi nyata di lapangan.

“Kami menegaskan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari menjaga kedaulatan rakyat. Jika alam rusak, maka sandaran hidup kaum marhaen akan hilang,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Bumi, GMNI Unisla Lamongan mengajak seluruh elemen pemuda untuk kembali menengok kondisi lingkungan sekitar. Mereka didorong untuk mengambil peran aktif dalam memulihkan ekosistem demi masa depan yang lebih hijau dan berkeadilan.

Aksi ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menanam pohon dan menjaga lingkungan sekitar secara berkelanjutan.

Foto: Ratusan pohon yang ditanam GMNI Unisla Lamongan di kawasan Taman Gajah Mada Lamongan.


Penulis : Yoga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow