Jembatan Gantung Rusak Diperbaiki, Polres Sampang Turun Tangan Bersama Warga
Polres Sampang bersama warga merenovasi jembatan gantung di Desa Tanggumong yang rusak dan membahayakan. Perbaikan hampir rampung dan segera diresmikan.
SAMPANG – Polres Sampang melakukan renovasi jembatan gantung di Dusun Naroan, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Perbaikan ini telah berlangsung selama lima hari sebagai bagian dari upaya menjaga fasilitas umum tetap aman dan layak digunakan.
Renovasi jembatan tersebut merupakan bentuk bakti sosial sekaligus penguatan infrastruktur desa yang selama ini menjadi akses vital bagi masyarakat.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sampang, Hartono, dengan melibatkan personel kepolisian bersama warga setempat melalui kerja bakti gotong royong.
Kapolres Hartono menjelaskan bahwa perbaikan jembatan gantung tersebut telah lama direncanakan karena kondisinya dinilai membahayakan, terutama bagi warga dan anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
“Jembatan ini sudah tidak layak dilewati dan membahayakan masyarakat serta anak-anak sekolah, sehingga kami berinisiatif membantu memperbaiki,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, jembatan gantung tersebut merupakan akses penghubung antar dusun yang sangat penting bagi aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan masyarakat di Desa Tanggumong.
“Renovasi ini bagian dari upaya pemeliharaan fasilitas umum agar tetap aman dan layak digunakan,” ungkapnya.
Perbaikan jembatan dilakukan melalui swadaya anggota Polres Sampang, sementara tenaga kerja berasal dari partisipasi masyarakat setempat. Program ini dikenal dengan nama “Renovasi Jembatan Gantung Merah Putih Polres Sampang bersama Masyarakat”.
Kapolres menyebutkan, proses renovasi kini hampir rampung dan tinggal tahap akhir berupa pengecatan serta penyempurnaan konstruksi.
“Insya Allah minggu ini kami resmikan karena saat ini tinggal finishing,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Ludfi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Sampang dalam membantu perbaikan jembatan yang selama ini hanya mengandalkan swadaya warga.
“Selama ini kalau ada perbaikan, masyarakat patungan. Tahun ini alhamdulillah dibantu Polres Sampang,” ujarnya.
Menurutnya, jembatan tersebut telah berdiri sejak tahun 1950-an dan rutin diperbaiki setiap lima tahun sekali dengan biaya sekitar Rp30 juta dari swadaya masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih dengan membangun jembatan permanen demi keselamatan dan kenyamanan warga.
“Kami berharap pemerintah bisa membangun jembatan yang lebih layak, karena sudah beberapa kali diajukan namun belum ada tindak lanjut,” pungkasnya.
Penulis : Cak Jum
What's Your Reaction?