Temui Rektor Universitas Negeri Padang, Menko Polkam Dukung Relokasi Lapangan Tembak

Menko Polkam Djamari Chaniago memastikan insiden peluru nyasar yang melukai mahasiswi Universitas Negeri Padang tidak akan terulang. Pemerintah mendukung pemindahan lapangan tembak TNI demi menjamin keamanan sivitas akademika dan masyarakat.

Jun 10, 2026 - 17:33
 0
Temui Rektor Universitas Negeri Padang, Menko Polkam Dukung Relokasi Lapangan Tembak
Insiden Peluru Nyasar Mahasiswi UNP, Menko Polkam Beri Jaminan

JAKARTA – Pemerintah pusat mulai mengambil langkah serius menyikapi insiden peluru nyasar yang melukai mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP). Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, memastikan peristiwa serupa tidak akan terulang kembali.

Komitmen tersebut disampaikan Djamari saat menerima Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., bersama Senior Eksekutif UNP, Prof. Ganefri, Ph.D., serta Khairu Jasmi, alumni UNP yang juga mantan Komisaris Semen Padang, di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan itu membahas tindak lanjut insiden peluru nyasar yang sempat menggemparkan publik dan memicu kekhawatiran di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.

Dalam pertemuan tersebut, Djamari menyatakan dukungannya terhadap usulan pemindahan markas dan lapangan tembak TNI yang berada di sekitar kawasan Air Tawar, Kota Padang.

Menurutnya, relokasi fasilitas latihan menembak tersebut merupakan langkah strategis untuk menghindari potensi risiko terhadap warga dan sivitas akademika yang berada di sekitar lokasi.

"Saya menyambut positif ide pemindahan itu," ujar Djamari Chaniago.

Dukungan dari Menko Polkam tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan publik dalam aktivitas latihan militer yang berdekatan dengan kawasan pendidikan dan permukiman warga.

Sementara itu, Rektor UNP Krismadinata mengatakan pihak kampus datang untuk memastikan adanya langkah konkret dari pemerintah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Menurutnya, keberadaan fasilitas latihan menembak yang relatif dekat dengan kampus selama ini telah menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan Air Tawar.

Kekhawatiran itu semakin menguat setelah insiden peluru nyasar yang terjadi beberapa hari lalu menimbulkan korban luka.

Karena itu, UNP meminta dukungan pemerintah pusat agar rencana pemindahan lapangan tembak dapat segera direalisasikan demi memberikan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika.

Menanggapi permintaan tersebut, Menko Polkam menyatakan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada.

Insiden peluru nyasar sendiri terjadi pada Selasa (2/6/2026) di kawasan Kampus UNP Air Tawar, Padang.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka akibat terkena proyektil peluru.

Salah satu korban diketahui merupakan mahasiswi Program Studi Sosiologi UNP bernama Nova Hirantika.

Kasus itu langsung mendapat perhatian luas karena terjadi di lingkungan kampus yang seharusnya menjadi ruang aman bagi aktivitas akademik.

Berdasarkan hasil investigasi dan uji balistik yang dilakukan TNI, peluru yang mengenai korban diketahui berasal dari kegiatan latihan menembak yang berlangsung di kawasan Lapai.

Temuan tersebut sekaligus memperkuat desakan berbagai pihak agar evaluasi menyeluruh terhadap lokasi latihan dilakukan demi mencegah risiko serupa di masa depan.

Rektor UNP juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan Menko Polkam dan jajaran TNI dalam menangani kasus tersebut.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pemerintah, TNI, dan pihak kampus menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Ia berharap komitmen yang telah disampaikan pemerintah tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi segera diwujudkan dalam bentuk kebijakan konkret.

Dengan demikian, masyarakat sekitar kampus maupun seluruh sivitas akademika UNP dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman tanpa dibayangi kekhawatiran akan terulangnya insiden serupa.

Kasus peluru nyasar di UNP kini menjadi momentum evaluasi terhadap keberadaan fasilitas latihan militer yang berdekatan dengan kawasan pendidikan dan pemukiman padat penduduk.

Publik pun menanti realisasi langkah pemerintah untuk memastikan keamanan warga tidak lagi berbenturan dengan kebutuhan latihan pertahanan negara.

Penulis : Amryan

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow