Bimtek Literasi Bangkalan Soroti Peran Orang Tua Bentuk Anak Gemar Membaca

Budaya literasi dinilai tidak bisa tumbuh secara instan tanpa dukungan keluarga. Dalam Bimtek Literasi Informasi di Bangkalan, Dr. Muhaimin menegaskan pentingnya peran orang tua membangun kebiasaan membaca anak sejak dini di tengah tantangan era digital dan penggunaan gawai yang berlebihan.

May 8, 2026 - 20:40
 0
Bimtek Literasi Bangkalan Soroti Peran Orang Tua Bentuk Anak Gemar Membaca
saat menyampaikan materi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi di , Kamis (07/05/2026). Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memperkuat budaya literasi keluarga sebagai fondasi membangun generasi cerdas dan kritis di era digital.


BANGKALAN – Budaya literasi dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di tengah derasnya perkembangan teknologi digital. Namun, kebiasaan membaca dan belajar tidak dapat tumbuh secara instan tanpa adanya dukungan kuat dari lingkungan keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang digelar di , Kamis (07/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ia menyoroti pentingnya membangun budaya membaca sejak usia dini melalui peran aktif orang tua di rumah.

Menurutnya, keluarga memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, pola pikir, serta kebiasaan positif anak. Kebiasaan sederhana seperti membaca buku bersama, berdiskusi, hingga mendampingi anak belajar dinilai mampu menjadi langkah awal membangun budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Budaya literasi harus diawali dari keluarga. Anak-anak akan terbiasa membaca apabila melihat contoh langsung dari orang tua di rumah,” ujar Dr. Muhaimin, M.Pd.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital saat ini menghadirkan tantangan besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam membangun minat baca anak. Penggunaan gawai secara berlebihan tanpa pengawasan orang tua dinilai dapat mengurangi ketertarikan anak terhadap kegiatan membaca maupun proses belajar secara mendalam.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama orang tua. Sebab, anak-anak saat ini lebih mudah terpapar hiburan instan melalui media sosial dan permainan digital dibandingkan aktivitas membaca buku yang membutuhkan konsentrasi serta daya pikir kritis.

Karena itu, ia mendorong para orang tua untuk mulai menciptakan suasana belajar yang nyaman di rumah. Salah satunya dengan menyediakan waktu khusus untuk membaca buku bersama anak, mengajak berdiskusi, hingga membatasi penggunaan gawai secara bijak dan terarah.

Dr. Muhaimin menilai kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar terhadap pembentukan karakter anak. Menurutnya, budaya belajar tidak lahir dari paksaan, melainkan dari lingkungan yang terbiasa memberikan contoh positif setiap hari.

Selain keluarga, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan sekolah dan lingkungan masyarakat dalam mendukung tumbuhnya budaya literasi. Sinergi antara orang tua, guru, pemerintah, serta masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang cerdas dan memiliki kemampuan berpikir kritis.

Ia menyebut, program literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Gerakan literasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu membentuk kebiasaan membaca dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat secara menyeluruh.

Menurutnya, budaya literasi yang kuat akan membantu generasi muda menghadapi tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami informasi, menganalisis persoalan, serta mengambil keputusan secara tepat.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, berpikir kritis, dan membangun wawasan. Semua itu dimulai dari keluarga,” pungkasnya.

Kegiatan Bimtek Literasi Informasi tersebut diharapkan mampu menjadi momentum memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya membaca di tengah era digital. Dengan keterlibatan aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat, budaya literasi diyakini dapat menjadi pondasi utama menciptakan generasi muda yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Penulis : Luhur Utomo

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow