BNPB Diminta Segera Realisasikan Empat Proyek Rekonstruksi Penting Aceh Singkil
Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon meminta BNPB mempercepat realisasi empat program rekonstruksi di Aceh Singkil, termasuk penanganan abrasi Pantai Pulo Sarok yang dinilai mengancam pusat pemerintahan daerah.
ACEH SINGKIL – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil kembali mendorong percepatan penanganan infrastruktur pascabencana yang dinilai mendesak untuk keselamatan masyarakat. Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, secara langsung meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera merealisasikan empat program rekonstruksi yang sebelumnya telah disetujui pemerintah pusat.
Permintaan tersebut disampaikan Safriadi Oyon saat bertemu Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Pertemuan itu membahas percepatan pelaksanaan sejumlah proyek strategis yang dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan akibat bencana di Aceh Singkil.
Empat program rekonstruksi yang telah mendapatkan persetujuan BNPB meliputi pengamanan abrasi Pantai Pulo Sarok di Kecamatan Singkil, rekonstruksi beronjong Sungai Silatong di Kecamatan Simpang Kanan, pembangunan tanggul pengamanan Sungai Bengkolan di Kecamatan Singkil, serta rekonstruksi Jembatan Bukit Harapan I di Kecamatan Gunung Meriah.
Safriadi menegaskan seluruh proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Namun demikian, ia menilai penanganan abrasi Pantai Pulo Sarok harus menjadi prioritas utama karena kondisi abrasi terus meluas dan mengancam kawasan strategis pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil.
Menurutnya, kerusakan garis pantai di kawasan Pulo Sarok semakin mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Jika tidak segera dilakukan penanganan, abrasi dikhawatirkan akan berdampak pada fasilitas umum, permukiman warga, hingga infrastruktur pemerintahan yang berada di sekitar pusat Kota Singkil.
“Penanganan abrasi di Pantai Pulo Sarok sangat mendesak karena semakin lama semakin mengancam pusat Kota Singkil. Karena itu, kami kembali mengingatkan sekaligus meminta percepatan realisasi kepada BNPB,” kata Safriadi.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya membangun koordinasi dengan pemerintah pusat agar program rekonstruksi tersebut dapat segera memasuki tahap pelaksanaan. Dukungan BNPB dinilai sangat penting dalam mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman bencana yang berpotensi semakin besar.
Selain abrasi pantai, rekonstruksi beronjong Sungai Silatong dan pembangunan tanggul Sungai Bengkolan juga dianggap mendesak karena berfungsi sebagai pengaman wilayah dari ancaman luapan air dan kerusakan bantaran sungai saat musim hujan tiba. Sementara pembangunan kembali Jembatan Bukit Harapan I diharapkan dapat memperlancar konektivitas masyarakat dan aktivitas ekonomi warga.
Safriadi juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang telah menyetujui usulan rekonstruksi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diperkuat demi menjaga keselamatan masyarakat serta melindungi infrastruktur vital daerah dari ancaman bencana alam.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil optimistis percepatan pelaksanaan program rekonstruksi tersebut akan memberikan dampak besar terhadap ketahanan wilayah, khususnya di kawasan rawan abrasi dan banjir. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko kerusakan yang lebih luas diharapkan dapat diminimalkan.
Penulis : Gusgi
What's Your Reaction?