Bupati Jember Suguhkan Wadul Gus’e Spesial Kartini Bersama Ketua TP PKK

Apr 21, 2026 - 20:33
 0
Bupati Jember Suguhkan Wadul Gus’e Spesial Kartini Bersama Ketua TP PKK
Ghyta Eka Puspita, S.E. M.Sc, Sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Jember, saat live streeming youtube Wadul Guse dalam rangka Spesial Hari Kartini.

KABAR RAKYAT, JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember memperingati Hari Kartini melalui siaran langsung kanal YouTube “Wadul Guse”, Selasa (21/4/2026) pukul 16.00 WIB. Siaran ini mengangkat tema peran perempuan dengan menghadirkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita.

Dalam perbincangan tersebut, Perempuan yang disapa Ning Ghyta itu berbagi pengalaman pribadi sekaligus pandangannya tentang kondisi sosial di Jember. Ia mengawali dengan menceritakan proses adaptasinya sebagai perempuan bersuku Sunda yang kini tinggal di tengah masyarakat dengan latar budaya Jawa dan Madura, setelah menikah dengan Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Menurutnya, proses adaptasi tersebut menjadi pengalaman berharga untuk memahami karakter masyarakat Jember yang beragam. Ia juga menilai Jember memiliki potensi besar, baik dari sisi keindahan alam, pendidikan, hingga keberadaan pesantren dan perguruan tinggi.

Namun demikian, ia menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi daerah, seperti tingginya angka kemiskinan, stunting, serta angka kematian ibu dan bayi. Ia menegaskan, berbagai persoalan tersebut saling berkaitan dan berakar dari kondisi dalam keluarga.

“Permasalahan seperti ketidakharmonisan rumah tangga, pernikahan dini, hingga stunting dan kematian ibu serta bayi merupakan mata rantai yang harus segera diputus. Akar persoalannya ada pada keluarga,” ujarnya.

Dalam momentum peringatan Hari Kartini, Ning Ghyta juga mengajak perempuan untuk terus mengembangkan diri dan menjadi pribadi terbaik. Ia menekankan bahwa perubahan berawal dari diri sendiri dan setiap perempuan memiliki nilai serta potensi.

Ia menambahkan, semangat emansipasi yang diwariskan R.A. Kartini perlu terus dihidupkan melalui keberanian perempuan untuk melampaui keterbatasan dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan.

Suasana siaran semakin menyentuh saat ditampilkan kisah seorang aparatur sipil negara (ASN), Tutik Samwiyanah, yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas verifikasi dan validasi data kemiskinan di wilayah Tanggul Kulon. Dalam sambungan langsung, Tutik menceritakan insiden yang dialaminya saat menelusuri lokasi warga hingga terjatuh di perjalanan.

“Saya terjatuh di daerah Manggisan. Lutut, kepala, dan kaki saya terasa sakit. Sampai di rumah, saya menangis,” tuturnya dengan suara bergetar.

Atas kejadian tersebut, Tutik direncanakan dirujuk ke RS dr. Soebandi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menanggapi hal itu, Ning Ghyta mengaku terharu dan menyebut pengalaman tersebut sebagai bukti nyata dedikasi perempuan dalam melayani masyarakat.

“Ini adalah bentuk perjuangan seorang perempuan yang bekerja untuk memastikan data kemiskinan akurat demi kepentingan daerah,” katanya.

Menutup siaran, Ning Ghyta menegaskan pentingnya membuka ruang bagi perempuan untuk menyampaikan pengalaman dan aspirasinya. Ia meyakini, ketika perempuan didengar dan dipahami, hal tersebut dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Berikan ruang bagi perempuan untuk bercerita. Ketika dipahami, mereka akan merasa lebih kuat dan tenang,” pungkasnya. (Zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow