Gus Fawait Ajak Generasi Muda Jember Berani Bermimpi dan Menembus Panggung Dunia
JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar talk show bertajuk "Jember Meraih Mimpi: Mimpi Hari Ini, Prestasi Esok Hari, Kejayaan Selamanya" di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (21/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut menghadirkan Bupati Jember Muhammad Fawait, penyanyi muda berbahasa Mandarin asal Jember Icha Cristi Febriana atau yang dikenal sebagai Icha Yang, serta siswi berprestasi Chelsea Olivia Zakaria dari SD Rukun Harapan Jember.
Acara yang dihadiri ratusan pelajar dan pemuda itu digelar untuk memotivasi generasi muda agar berani mengejar cita-cita serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan Kabupaten Jember memiliki banyak talenta yang mampu berprestasi, baik di bidang akademik, seni, maupun bidang lainnya.
"Kalau mengetahui potensi anak-anak Jember, kita akan kaget. Mereka memiliki bakat luar biasa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kesuksesan Icha dan Chelsea harus menjadi inspirasi bagi anak-anak Jember lainnya," ujar Gus Fawait.
Menurutnya, keberhasilan Icha menembus panggung internasional menjadi bukti bahwa putra-putri daerah mampu bersaing di tingkat dunia. Icha tercatat telah empat kali tampil di China dengan membawakan lagu berbahasa Mandarin.
Dalam kesempatan tersebut, Icha menceritakan perjalanan hidupnya dalam meraih mimpi. Ia mengaku telah menyukai dunia tarik suara sejak usia tiga tahun dan memutuskan hijrah ke Jakarta pada usia 19 tahun untuk mengejar cita-cita.
"Saya melihat peluang yang lebih besar untuk menggapai mimpi. Awalnya saya ke Jakarta bukan untuk menjadi penyanyi, melainkan presenter. Namun, ketika mencoba menyanyikan lagu berbahasa Mandarin, respons masyarakat sangat positif dan saya merasa menemukan karakter saya di sana," kata Icha.
Meski tidak memiliki keturunan Tionghoa, Icha mengaku belajar bahasa Mandarin dari nol hingga akhirnya dikenal di Indonesia maupun China.
Sementara itu, Chelsea membagikan kisah prestasinya di bidang modeling dan berbagai kompetisi anak. Sejak usia enam tahun, ia telah mengikuti berbagai perlombaan dan berhasil meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional maupun internasional, termasuk juara pertama dalam kompetisi yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.
Siswi sekolah dasar tersebut juga mengaku mulai mempelajari bahasa Mandarin sejak kelas satu. Di sekolahnya diterapkan pembelajaran tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin.
Menutup dialog, Gus Fawait mengajak generasi muda Jember untuk tidak takut merantau demi mengembangkan diri dan meraih cita-cita.
"Kalau harus hijrah untuk menggapai cita-cita, jangan takut. Banyak orang yang berani keluar dari zona nyaman justru kembali dengan kesuksesan. Saya yakin siapa pun anak Jember yang tekun dan bersungguh-sungguh di bidangnya, insyaallah akan berhasil," tegasnya. (zan)
What's Your Reaction?