PKB Bondowoso Perkuat Regenerasi Politik Lewat Sekolah Kader Perubahan
PKB Bondowoso memperkuat regenerasi politik melalui Sekolah Kader Perubahan (SKP) untuk melahirkan kader muda berkompeten. Program SKP menjadi kewajiban nasional bagi seluruh anggota DPR PKB sebagai komitmen pengkaderan sistematis.
KABAR RAKYAT,BONDOWOSO— Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus memperkuat proses pengkaderan melalui program Sekolah Kader Perubahan (SKP) yang kini mulai digelar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bondowoso, yang digelar di Pondok Pesantren Darul Fikri, Desa Jatisari, Wringin
Program ini menjadi kewajiban seluruh anggota DPR dari PKB sebagai bentuk komitmen partai dalam menyiapkan kader muda.
Deni Kurniawati, Anggota DPRD Bondowoso dari Fraksi PKB, menegaskan pentingnya regenerasi politik melalui pengkaderan muda dalam kegiatan SKP. Ia menyampaikan bahwa partai membutuhkan kader baru yang siap bergerak di tingkat akar rumput.
Deni mengaku bangga melihat antusiasme para peserta yang mayoritas merupakan generasi muda. Menurutnya, kehadiran kader baru sangat penting untuk memperkuat gerakan PKB di masyarakat.
“Saya senang dan bangga karena kader-kader muda ini bisa diajak berjuang bersama. Mereka dapat membantu memajukan PKB dan menyampaikan kepada keluarga maupun tetangga agar PKB semakin besar,” ujar Deni, Sabtu (28/11/2025).
Deni menjelaskan SKP merupakan komitmen seluruh anggota DPR PKB sebagai bagian dari tanggung jawab memperluas gerakan politik partai. “Ini tuntutan sekaligus komitmen kami semua. Kami ingin memperluas gerakan PKB,” katanya.
Ia menambahkan, peserta muda lebih diprioritaskan karena dinilai memiliki kapasitas komunikasi yang lebih efektif.
“Kenapa banyak yang muda? Karena yang tua-tua itu kadang sibuk bekerja, kadang lupa, atau kurang paham cara menyampaikan ke masyarakat. Anak-anak muda pikirannya masih fresh dan semangat berjuang,” tuturnya.
Peserta SKP diutamakan berusia 17 tahun ke atas karena dianggap berada pada fase paling produktif. Deni menilai usia tersebut memiliki energi dan kemampuan adaptasi lebih baik terhadap dinamika politik.
Saat berhadapan dengan para santri dan kader muda, Deni menekankan pentingnya menyiapkan diri sebagai pelanjut perjuangan politik. Harapannya, para peserta mampu mengambil peran strategis di masyarakat maupun dalam struktur PKB.
“Saya berharap mereka nantinya bisa menggantikan saya dan yang lainnya. Mereka harus bisa menyampaikan kepada masyarakat bagaimana ber-PKB,” ujarnya.
Menurut Deni, regenerasi merupakan hal niscaya dalam politik. Suatu saat para legislator dan pengurus saat ini akan memasuki masa purna tugas, sehingga kader muda harus siap mengambil alih. “Kita semua nantinya akan tua dan tidak selamanya punya jabatan. Mereka inilah yang akan menggantikan kita untuk memperjuangkan PKB,” ucapnya.
Instruktur Lembaga Kaderisasi Provinsi (LKP) Jawa Timur, Kumi Husnuniyati, menjelaskan SKP adalah program resmi yang terstruktur dari Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) PKB.
“Ini kegiatan SKP dan wajib bagi semua anggota DPR dari PKB untuk menyelenggarakannya. Ini bentuk komitmen partai melakukan pengkaderan secara serius dan sistematis,” kata Kumi.
Menurutnya, peserta SKP merupakan kader baru berusia di bawah 35 tahun dengan harapan mampu memahami politik yang memberi manfaat bagi masyarakat. Pengkaderan dirancang untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kecakapan berpolitik.
“Kami memberikan bekal, wawasan, dan pemahaman tentang politik, termasuk mengenalkan role model Ketua Umum PKB, Gus Muhaimin,” ujarnya.
Kumi menegaskan istilah “sekolah” digunakan agar menggambarkan tingkat keseriusan proses pengkaderan. “Disebut sekolah karena prosesnya formal, terstruktur, dan tidak boleh main-main. Kader harus mengikuti pola yang sudah ditetapkan,” ucapnya.
Program SKP tidak hanya berlangsung di Bondowoso, tetapi dilaksanakan secara nasional. Setiap anggota DPR PKB diwajibkan mengadakan kegiatan serupa di dapil masing-masing.
“Insya Allah seluruh Indonesia. Karena semua anggota DPR PKB wajib menyelenggarakan SKP,” jelasnya.
PKB memastikan SKP terbuka bagi siapa pun tanpa batasan suku, agama, maupun latar belakang. “Tidak harus muslim. Non-muslim, suku apa pun, termasuk Chinese atau Dayak, semuanya boleh. PKB adalah partai terbuka dan berasaskan Pancasila,” kata Kumi.
Ia berharap alumni SKP dapat membangun kesinambungan dengan anggota DPR maupun struktur partai di daerah. “Kader yang sudah dibekali hari ini diharapkan membantu kegiatan anggota DPR, mengawal program, memberi edukasi kepada masyarakat, dan memperkuat peran partai di lapangan,” jelasnya.
Kumi menilai peserta di Bondowoso menunjukkan antusiasme tinggi dan cepat memahami materi.
“Kami puas dan senang dengan kader muda Bondowoso yang antusias dan kondusif. Mereka cepat paham, dan kesan kami sangat positif,” ujarnya.
Kumi hadir bersama instruktur LKP Jawa Timur lainnya, Siva Mutia, yang turut terlibat dalam pengajaran SKP.
What's Your Reaction?