Pemkab Kotabaru Mulai Perbaikan Jembatan Mandin dan Alihkan Seluruh Arus
Rekayasa lalu lintas mulai diterapkan di Kotabaru seiring dimulainya perbaikan Jembatan Mandin. Jalan utama ditutup total hingga Juli 2026, dan seluruh kendaraan dialihkan ke jalur alternatif. Polisi mengimbau masyarakat mengikuti petunjuk demi kelancaran dan keselamatan
KABAR RAKAYAT,KOTABARU – Perbaikan Jembatan Mandin di Jalan H. Hasan Basri, Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, resmi dimulai. Proyek penggantian jembatan ini membuat akses utama ditutup total.
Penutupan diberlakukan sejak 16 November 2025 hingga 16 Juli 2026. Selama masa pekerjaan berlangsung, seluruh kendaraan dialihkan ke jalur alternatif yang sudah disiapkan.
Arus lalu lintas ditutup sepenuhnya demi mendukung proses konstruksi dan menjaga keamanan pengguna jalan. Seluruh kendaraan wajib mengikuti pengalihan yang telah diatur petugas.
Satuan Lalu Lintas Polres Kotabaru mengimbau masyarakat mewaspadai rekayasa lalu lintas yang berlaku. Petugas menegaskan bahwa pengalihan arus sudah dimulai dan diterapkan di seluruh kawasan terdampak.
Pengalihan arus dilakukan untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan para pengendara. Rekayasa lalu lintas dinilai krusial karena ruas di sekitar proyek sangat padat.
Petugas lalu lintas telah ditempatkan di titik strategis dan persimpangan utama. Mereka bertugas memberikan pengaturan serta panduan jalur alternatif bagi pengendara.
Melalui statistik dan skema rekayasa lalu lintas yang diunggah akun Instagram @satlantaskotabaru, arus kendaraan dibagi menjadi dua jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
1. Untuk arus dari dalam kota menuju luar kota: Jl. Padat Karya 1 – Jl. Padat Karya 2 – Jl. Mufakat Mandin – Jl. Sei Salak.
2. Untuk arus dari luar kota menuju dalam kota: Jl. Silver – Jl. Kasturi – Jl. Meranti II.
“Imbauan ini disampaikan agar jalur alternatif tidak terjadi kemacetan, mengingat kondisi jalan cukup sempit,” ujar Kasat Lantas Polres Kotabaru, Iptu Agung Iswahyudi, dalam keterangannya, Jumat (28/11).
Dengan jalur alternatif yang telah disiapkan, Iptu Agung berharap masyarakat mematuhi semua petunjuk rekayasa lalu lintas. Kepatuhan pengguna jalan dinilai penting agar arus tetap terkendali.
Perbaikan Jembatan Mandin memang sudah lama ditunggu warga. Jembatan di Jalan Brigjen Hasan Basri, Km 2,6 Desa Semayap ini dinilai membutuhkan pembangunan ulang karena kondisinya terus memburuk.
Struktur jembatan dan gorong-gorong mengalami penyempitan dan penurunan signifikan. Kerusakan ini memicu gelombang dan lubang amblas di badan jembatan sehingga berpotensi membahayakan pengendara.
Kepastian pembangunan ulang diketahui melalui surat edaran yang dikeluarkan Sekretariat Pemprov Kalsel pada 11 November. Surat tersebut menegaskan bahwa proyek penggantian jembatan telah resmi masuk agenda pelaksanaan.
Penulis: Rizky
What's Your Reaction?