Presiden Prabowo Tutup Munas Konbes NU Bangkalan, Serukan Persatuan dan Peran Ulama Bangsa
Presiden Prabowo Subianto menutup Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan pentingnya peran ulama dan pesantren sebagai pilar moral bangsa sekaligus penjaga persatuan Indonesia menjelang Muktamar NU ke-35.
BANGKALAN – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menutup rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026 di Kampus Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Mengusung tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa", forum tertinggi NU sebelum Muktamar itu dihadiri sekitar 1.500 peserta yang terdiri atas para kiai, ulama, pengurus NU dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, hingga pejabat negara.
Kehadiran Presiden Prabowo menjadi puncak rangkaian kegiatan Munas dan Konbes NU yang telah berlangsung selama beberapa hari. Kepala Negara tiba di lokasi sekitar pukul 13.45 WIB dan disambut antusias ribuan peserta serta jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sepanjang perjalanan menuju lokasi acara, ribuan pelajar di bawah naungan Kementerian Agama, mulai dari RA, MI, MTs hingga MA, bersama warga Nahdlatul Ulama berbaris di tepi jalan sambil mengibarkan bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo yang dinilai melengkapi suksesnya penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026.
Ia menegaskan Nahdlatul Ulama akan terus menjaga komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan, memperkuat persatuan nasional, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran ulama dan pesantren sebagai pilar moral bangsa sekaligus penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Presiden, para kiai dan ulama merupakan tokoh yang memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga mempunyai posisi strategis dalam merawat persatuan, menjaga moderasi beragama, serta membangun kehidupan kebangsaan yang harmonis.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk Nahdlatul Ulama, untuk terus memperkuat persatuan nasional dan mendukung pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Acara penutupan turut dihadiri sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Sekretaris Kabinet Letkol Inf. Teddy Indra Wijaya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, jajaran Forkopimda Jawa Timur, serta para pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah.
Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 sekaligus menandai berakhirnya pembahasan berbagai rekomendasi strategis yang mencakup isu keumatan, kebangsaan, dan penguatan organisasi.
Berbagai keputusan yang dihasilkan dalam forum tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan kebangsaan sekaligus menjadi bahan pembahasan menuju Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Meski demikian, hingga forum resmi ditutup, lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 masih belum diputuskan.
What's Your Reaction?