Awan Berbentuk Pusaran Menggegerkan Warga Solok, Picu Kepanikan Singkat

Nov 29, 2025 - 16:38
Nov 29, 2025 - 17:12
 0
Awan Berbentuk Pusaran Menggegerkan Warga Solok, Picu Kepanikan Singkat
Awan berbentuk pusaran angin terlihat jelas menggantung di langit Solok pada Jumat sore (28/11), memicu kepanikan warga di beberapa wilayah.

KABAR RAKYAT,SOLOKWarga dikejutkan kemunculan awan berstruktur pusaran angin yang terlihat jelas di langit pada Jumat sore (28/11/2025).
Fenomena yang muncul sekitar pukul 17.10 WIB itu langsung menarik perhatian masyarakat di sejumlah titik, terutama di kawasan Alahan Panjang, Cupak, serta wilayah perbukitan yang memiliki pandangan luas ke arah langit.


Awan tersebut tampak membentuk struktur memanjang dan mengerucut menyerupai puting beliung atau funnel cloud. Dalam video yang cepat beredar di media sosial, warga terdengar panik dan berupaya memastikan apakah formasi itu turun ke permukaan.


“Saya kaget waktu melihat. Bentuknya persis seperti puting beliung yang mau jatuh. Untungnya awan itu cuma diam dan tidak turun,” kata Andri, warga yang sedang melintas di kawasan Kubung.


Cuaca di Solok sejak siang memang tidak stabil. Awan gelap menggantung, angin bertiup kencang, dan suhu berubah cepat. Kondisi itu membuat kekhawatiran warga meningkat begitu formasi awan menyerupai pusaran tersebut muncul.


Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok, Edrizal, menjelaskan awan itu kemungkinan besar merupakan bagian dari awan cumulonimbus yang sedang tumbuh secara vertikal. Awan jenis ini dapat menampilkan pola unik, termasuk bentuk menyerupai pusaran akibat perbedaan tekanan udara antar lapisan atmosfer.


“Fenomena itu bukan puting beliung yang menyentuh permukaan tanah. Tetapi awan cumulonimbus tetap berpotensi memicu angin kencang, hujan lebat, dan petir. Kami mengimbau warga tetap waspada,” ujar seorang petugas BMKG saat dikonfirmasi.


Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan, korban, atau cuaca ekstrem setelah kemunculan awan tersebut. Namun BMKG mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas luar ruangan jika melihat awan konvektif besar, terutama pada sore hingga malam hari yang kini memasuki puncak musim hujan.


Fenomena itu kembali mengingatkan warga Solok akan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca cepat di wilayah dataran tinggi Sumatera Barat, terlebih beberapa hari terakhir sejumlah daerah di Sumbar juga mengalami cuaca ekstrem.


Penulis: Dion

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow