SPPG Tumpeng Bondowoso Serap Puluhan Tenaga Kerja Warga Sekitar, Ekonomi Masyarakat Terbantu
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG Tumpeng di Bondowoso tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi siswa, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi puluhan warga lokal dan mendorong ekonomi masyarakat sekitar.
KABAR RAKYAT,BONDOWOSO — Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan siswa.
Lebih dari itu, fasilitas dapur produksi program nasional ini juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Keberadaan SPPG Tumpeng pun turut membantu ekonomi masyarakat.
Program tersebut memberi dampak ekonomi langsung bagi warga lokal di sekitar SPPG Tumpeng.
Puluhan masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap kini memperoleh penghasilan dari aktivitas operasional dapur produksi makanan bergizi.
SPPG Tumpeng sendiri merupakan bagian dari implementasi program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi siswa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di dapur produksi MBG Tumpeng, sedikitnya 50 warga setempat kini terlibat dalam operasional harian. Mereka bekerja dalam berbagai posisi, mulai dari petugas dapur, tenaga kebersihan, hingga petugas distribusi makanan. Selain itu, posisi Kepala SPPG Tumpeng juga diisi oleh putra daerah asal Bondowoso.
Asisten Lapangan SPPG Tumpeng, Ulfatun Hasanah, mengatakan program ini memberi kesempatan bagi warga yang sebelumnya menganggur untuk mendapatkan pekerjaan.
Hal itu ia sampaikan kepada media, Rabu (11/03/2026). Ulfa mengaku bersyukur bisa bergabung dalam program MBG setelah lama tidak memiliki pekerjaan.
“Awalnya saya pengangguran. Alhamdulillah setelah adanya program MBG ini saya bisa bekerja dan membantu ekonomi orang tua. Penghasilan saya sekarang bisa meringankan beban orang tua,” kata Ulfa.
Perempuan yang kini bertugas sebagai petugas Asisten lapangan mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama bekerja di dapur produksi makanan bergizi.
Menurut Ulfa, ia kini memahami pentingnya menjaga kebersihan dapur dan standar pengolahan makanan sehat yang akan dikonsumsi siswa penerima program MBG.
“Saya jadi tahu cara menjaga kebersihan dapur dan cara memasak makanan yang sehat dan bergizi. Dulu saya tidak tahu sama sekali,” ujarnya.
Selain membantu ekonomi keluarga, Ulfa juga merasakan manfaat sosial dari program tersebut. Ia mengaku kini memiliki banyak teman baru dan merasa lebih percaya diri karena terlibat dalam program nasional.
“Kami senang sekali ada program seperti ini. Walaupun nanti ganti presiden, semoga program ini tetap berlanjut,” ucapnya penuh harap.
Sementara itu, PIC SPPG Tumpeng, Agus Musruli, menjelaskan bahwa proses perekrutan tenaga kerja dilakukan dengan mengutamakan masyarakat yang tinggal di sekitar dapur produksi.
Menurut Agus, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) agar program MBG juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Untuk relawan dan tenaga dapur kami prioritaskan warga yang tinggal di sekitar dapur produksi. Itu arahan langsung dari BGN agar program ini benar-benar memberdayakan masyarakat sekitar,” kata Agus.
Dia menambahkan, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program MBG.
Dalam operasionalnya, dapur SPPG Tumpeng memiliki tujuh tim kerja utama yang bertugas menjalankan aktivitas produksi makanan setiap hari.
Tim tersebut meliputi bagian persiapan bahan, pengolahan makanan, pemorsian, distribusi, pencucian ompreng, hingga bagian kebersihan dan keamanan dapur.
Agus menjelaskan seluruh tim bekerja dengan sistem operasional yang terstandar agar makanan yang diproduksi memenuhi aspek keamanan pangan.
“Setiap tim bekerja dengan sistem yang terstandar agar makanan yang dihasilkan aman, bergizi, dan tepat waktu sampai ke sekolah,” ujarnya.
Dari total tenaga kerja yang terlibat, sekitar 50 persen di antaranya merupakan warga Desa Tumpeng. Sementara sisanya berasal dari desa sekitar di Kecamatan Wonosari.
Bahkan, beberapa tenaga kerja juga berasal dari wilayah Kecamatan Curahdami yang lokasinya tidak jauh dari dapur produksi MBG.
Menurut Agus, keberadaan SPPG Tumpeng menjadi contoh nyata bagaimana program pemenuhan gizi dapat memberikan dampak ganda bagi masyarakat.
Selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, program ini juga mampu membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar.
“Kami ingin program ini tidak hanya menyehatkan siswa, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar,” pungkas Agus.
What's Your Reaction?