Pedagang Buah Melon dan Semangka di Bondowoso Keluhkan Omzet Turun Tajam, Semenjak Program MBG Libur
Liburnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada penurunan penjualan semangka dan melon di Bondowoso. Pedagang mengaku omzet turun drastis akibat berhentinya sementara operasional SPPG.
BONDOWOSO – Liburnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur kenaikan kelas membawa dampak langsung terhadap perputaran ekonomi di Kabupaten Bondowoso. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah penjualan buah semangka dan melon yang selama ini menjadi komoditas pendukung kebutuhan program tersebut.
Sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup tajam sejak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara operasionalnya mengikuti jadwal libur sekolah.
Salah seorang pedagang buah di Bondowoso, Haryanto, mengatakan permintaan semangka dan melon turun drastis dibandingkan saat Program MBG masih berjalan aktif.
Menurutnya, sebelum masa libur sekolah, penjualan buah mampu mencapai dua hingga tiga ton setiap hari karena sebagian besar dipasok untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.
"Biasanya bisa terjual dua sampai tiga ton per hari. Sekarang paling hanya 30 sampai 50 kilogram saja," ujar Haryanto kepada tim Bondowoso Network, Selasa (7/7/2026).
Penurunan permintaan tersebut turut memengaruhi harga jual buah di tingkat pedagang. Harga semangka dan melon yang sebelumnya berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram.
Haryanto mengatakan kondisi tersebut membuat pendapatan pedagang menurun tajam. Tidak hanya pedagang, para petani buah juga ikut merasakan dampaknya karena hasil panen tidak terserap pasar seperti biasanya.
Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis selama ini telah memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha yang menjadi pemasok bahan pangan lokal.
Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, program tersebut juga membuka pasar baru bagi komoditas pertanian, termasuk buah-buahan yang diproduksi petani Bondowoso.
Karena itu, Haryanto berharap operasional Program MBG dapat kembali berjalan setelah kegiatan belajar mengajar dimulai kembali usai libur sekolah.
"Kami berharap MBG segera beroperasi kembali agar kesejahteraan petani dan pedagang buah di Bondowoso bisa kembali dirasakan," pungkasnya.
Program MBG sendiri selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, pedagang, distributor, hingga pelaku UMKM sebagai pemasok bahan baku pangan untuk dapur SPPG.
Dengan kembali beroperasinya SPPG setelah masa libur sekolah berakhir, para pelaku usaha berharap permintaan buah kembali meningkat sehingga harga dan penjualan dapat pulih seperti sebelum masa libur berlangsung.
What's Your Reaction?