Petani Situbondo Lunasi Biaya Umrah Berkat Panen Padi Nutrisi Limbah Dapur

Petani asal Desa Talkandang, Kabupaten Situbondo, Abdul Kadir, mengaku hasil panen padi dengan inovasi nutrisi limbah dapur mampu melunasi biaya umrah sekaligus menjadi bekal ibadah. Produktivitas lahannya meningkat hingga 25 persen dibanding musim tanam sebelumnya.

Jun 26, 2026 - 15:57
 0
Petani Situbondo Lunasi Biaya Umrah Berkat Panen Padi Nutrisi Limbah Dapur
Dua jemaah umrah asal Situbondo berpose di depan replika Ka'bah usai mengikuti manasik umrah sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ke Tanah Suci. Salah satunya adalah Abdul Kadir, petani Desa Talkandang yang mengaku berhasil melunasi biaya dan menyiapkan bekal umrah dari hasil panen padi yang meningkat berkat penerapan inovasi nutrisi limbah dapur. (Foto: Khairul/Kabarrakyat.id)

SITUBONDO – Kebahagiaan tengah dirasakan Abdul Kadir, petani asal Desa Talkandang, Kabupaten Situbondo. Hasil panen padi yang meningkat berkat penggunaan nutrisi berbahan limbah dapur membuatnya mampu melunasi biaya umrah sekaligus menyiapkan bekal untuk beribadah ke Tanah Suci.

Lahan sawah milik Abdul Kadir sebelumnya menjadi lokasi panen raya bersama Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Dari lahan seluas satu hektare, ia berhasil memanen gabah sebanyak 9,1 ton.

Hasil tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan musim tanam sebelumnya yang hanya menghasilkan sekitar 7 ton per hektare.

Abdul Kadir mengaku sejak awal hasil panen kali ini memang diniatkan untuk membayar pelunasan biaya umrah yang dijadwalkan berangkat pada 16 Juli 2026.

Ia tidak menyangka produktivitas sawahnya meningkat signifikan setelah menggunakan nutrisi limbah dapur yang diterapkan selama masa tanam.

“Panen padi yang kemarin dipanen bersama Bupati Mas Rio memang saya niatkan sebagai harapan terakhir untuk pelunasan umrah dan bekal selama beribadah. Alhamdulillah hasilnya melebihi dari yang saya inginkan,” ujar Abdul Kadir usai mengikuti manasik umrah, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, sebelum menggunakan inovasi tersebut, hasil panen umumnya hanya cukup untuk menutup biaya produksi, mulai dari pembelian benih, pupuk hingga obat-obatan pertanian.

Namun setelah memanfaatkan nutrisi limbah dapur, biaya budidaya dapat ditekan hingga sekitar 25 persen sehingga keuntungan yang diperoleh petani menjadi lebih besar.

“Dengan usaha, keyakinan, dan komitmen untuk membuktikan hasil inovasi limbah dapur, Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Yang paling membanggakan, inovasi ini merupakan karya putra daerah Situbondo,” katanya.

Selain meningkatkan hasil panen, Abdul Kadir mengaku keberhasilan tersebut juga memberinya kesempatan untuk berbagi kepada masyarakat sekitar.

Ia menyebut jumlah beras yang dapat disalurkan kepada warga meningkat drastis dibandingkan panen sebelumnya.

“Hasil panen menggunakan nutrisi limbah dapur membuat saya bisa membagikan sekitar empat kuintal beras kepada warga. Sebelumnya hanya sekitar satu setengah kuintal,” ungkapnya.

Abdul Kadir berharap inovasi nutrisi limbah dapur dapat dimanfaatkan lebih luas oleh para petani karena dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa inovasi pertanian lokal mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan mendorong hasil panen yang lebih optimal.

 

Penulis : Khairu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow