SPPG Bondowoso Pujer Mangli Aktif Lagi, Ribuan Siswa dan Balita Kembali Terlayani MBG
SPPG Bondowoso Pujer Mangli kembali aktif setelah vakum dua pekan akibat pergantian yayasan. Ribuan siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui kembali menerima layanan MBG.
BONDOWOSO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Pujer Mangli dipastikan kembali aktif setelah sempat terhenti selama kurang lebih dua pekan akibat proses pergantian yayasan dan penyesuaian administrasi rekening aanggaran.
Aktivasi kembali layanan tersebut mulai berjalan sejak Rabu, 6 Mei 2026.
Koordinator lapangan atau Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Bondowoso Pujer Mangli, Raditya, menjelaskan penghentian sementara operasional terjadi sejak 21 April 2026.
Menurutnya, SPPG Bondowoso Pujer Mangli sempat vakum atau terhenti karena kendala utama muncul akibat perubahan yayasan yang berdampak pada pergantian rekening dan virtual account (VA) operasional.
“Pelayanan sempat berhenti sementara karena menunggu proses administrasi rekening baru selesai. Tetapi tim relawan tetap sama, hanya yayasannya yang berganti,” ujar Raditya, Jumat (8/5/2026).
Meski sempat vakum kata Raditya, proses transisi disebut berjalan cukup lancar karena tidak ada perubahan pada sistem kerja maupun relawan di lapangan.
Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor penting sehingga pelayanan kepada penerima manfaat dapat kembali dipulihkan tanpa hambatan berarti.
Setelah kembali aktif, SPPG Bondowoso Pujer Mangli langsung merealisasikan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada penerima manfaat.
Pada hari pertama operasional, menu yang dibagikan berupa nasi dengan bakso barbeque. Selanjutnya pelayanan dilanjutkan dengan nasi ayam bakar serta nasi dengan lauk kaki naga dan edamame.
Variasi menu tersebut menjadi indikator bahwa pelayanan sudah kembali berjalan normal. Selain menjaga kualitas makanan, penyediaan menu yang beragam juga dinilai penting untuk memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terpenuhi secara optimal.
Di sisi lain, Raditya menegaskan masyarakat atau penerima manfaat tidak perlu khawatir terhadap keberlangsungan program pelayanan MBG di Bondowoso Pujer Mangli.
Menurut Raditya, seluruh distribusi kini sudah kembali berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami ingin memastikan pelayanan sudah kembali berjalan dan penerima manfaat MBG tetap mendapatkan haknya seperti biasa,” ungkapnya.
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, pengelola juga menyiapkan dokumentasi setiap kegiatan pelayanan pendistribusian setelah SPPG kembali aktif.
Dokumentasi tersebut nantinya akan digunakan sebagai laporan sekaligus bukti bahwa distribusi makanan kembali berlangsung normal.
Aktifnya kembali SPPG Bondowoso Pujer Mangli menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan pelayanan gizi masyarakat di Kecamatan Pujer.
Program ini diketahui menyasar ribuan penerima manfaat mulai dari siswa PAUD hingga ibu hamil dan menyusui.
Berdasarkan data penerima manfaat, terdapat 560 siswa tingkat PAUD dan TK yang menerima layanan gizi. Sementara untuk jenjang SD dan MI tercatat sebanyak 812 siswa, kemudian SMP dan MTs sebanyak 394 siswa, serta SMA dan MA sebanyak 207 siswa.
Tak hanya itu, program pelayanan gizi ini juga menyasar kelompok 3B yang terdiri dari balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui) dengan total 506 porsi. Rinciannya meliputi 335 porsi untuk balita, 42 porsi bagi ibu hamil, dan 129 porsi untuk ibu menyusui.
Dengan total ribuan penerima manfaat, keberlangsungan operasional SPPG Bondowoso Pujer Mangli dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan di wilayah Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso.
What's Your Reaction?