Tembok Runtuh, Harapan Bertahan: Bupati Situbondo Menyusuri Sekolah Pascabanjir

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau langsung SMPN 1 Banyuglugur yang rusak parah akibat banjir bandang. Kerusakan infrastruktur pendidikan dan fasilitas belajar menjadi potret dampak bencana yang melanda tujuh kecamatan di Situbondo

Feb 10, 2026 - 13:27
 0
Tembok Runtuh, Harapan Bertahan: Bupati Situbondo Menyusuri Sekolah Pascabanjir
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau kondisi ruang kelas SMPN 1 Banyuglugur yang terdampak banjir bandang, memeriksa buku dan perlengkapan belajar yang rusak akibat terendam lumpur, Rabu (21/1/2026).

KABAR RAKAYAT,SITUBONDO – Dinding belakang SMP Negeri 1 Banyuglugur itu kini tinggal puing. Bata-bata berserakan, tanah terbuka menganga, seolah menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut. Di titik itulah, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo berdiri, menatap langsung sisa-sisa kerusakan sekolah yang terdampak bencana.

Kunjungan itu dilakukan pascabanjir bandang akibat luapan Air Lubawang yang terjadi pada Rabu, 21 Januari lalu. Air datang tanpa ampun, menerobos pagar, merobohkan tembok, dan menyapu fasilitas sekolah yang selama ini menjadi penopang proses belajar-mengajar.

Jejak kerusakan masih terlihat jelas. Pagar sekolah roboh, ruang-ruang belajar porak-poranda, dan peralatan pendidikan yang selama ini menopang pembelajaran digital terendam air. Sebanyak 86 unit Mini PC, 12 laptop Celeron, Chromebook Acer 5, 40 charger Chromebook, hingga 1.200 buku siswa terbitan Kemendikbud rusak tak bisa digunakan. Belum lagi empat unit printer, 10 kipas angin, 40 kursi besi, serta 12 meja laboratorium komputer yang hancur diterjang banjir.

Total kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp616 juta hanya di satu sekolah. Angka itu belum termasuk kerusakan infrastruktur lain yang tersebar di puluhan sekolah negeri di Situbondo.

Data sementara mencatat, banjir bandang menerjang sedikitnya enam kecamatan di Kabupaten Situbondo. Puluhan sekolah terdampak, dengan tingkat kerusakan yang beragam, mulai dari fasilitas ringan hingga kerusakan berat.

Di hadapan kerusakan itu, Bupati Rio menegaskan bahwa pemerintah daerah masih terus melakukan pembaruan data kerusakan, baik infrastruktur maupun sarana penunjang pendidikan.

“Makanya kemarin kami datang ke Komisi XI DPR RI untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan, realitas yang faktual dan aktual yang terjadi hari ini,” ujar Bupati Rio.

Ia berharap pemerintah pusat dapat turun tangan, baik melalui bantuan pemulihan lintas sektor maupun melalui skema Transfer keuangan ke Daerah (TKD) yang dapat dikembalikan ke Kabupaten Situbondo.

Menurutnya, dampak banjir bandang tidak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga melumpuhkan sektor lain, seperti pertanian, jalan, dan infrastruktur dasar masyarakat.

“Kerusakan ini menyentuh banyak sektor. Pendidikan, pertanian, jalan, semuanya terdampak. Harapannya bisa dibangun kembali seperti sediakala,” tuturnya.

Bupati Rio pun secara terbuka menyampaikan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat. Ia menyebut, kebutuhan anggaran untuk pemulihan pascabencana di Situbondo mencapai angka yang tidak kecil.

“Kami bermohon bantuan dari pemerintah pusat. Kondisi sekolah ini parah sekali. Mau dibangunkan langsung atau dana TKD ditransfer ke daerah, kami tidak masalah. Setelah kami hitung, kebutuhan untuk pemulihan semuanya, termasuk sekolah, sekitar Rp160 miliar,” ungkapnya.

Dengan kerusakan infrastruktur yang terjadi di tujuh kecamatan, Bupati Rio berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan, dapat memberikan perhatian dan kebijakan khusus bagi Kabupaten Situbondo yang tengah bangkit dari bencana.

Di tengah puing dan lumpur yang tersisa, harapan itu masih dijaga—agar sekolah kembali berdiri, anak-anak kembali belajar, dan Situbondo perlahan pulih dari luka banjir bandang.

Penulis: Khairul

 

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow