Upacara Hardiknas UNP Soroti Transformasi Pendidikan Inklusif dan Kolaboratif

Upacara Hardiknas 2026 di Universitas Negeri Padang menegaskan pentingnya pendidikan inklusif dan berdampak. Rektor UNP menyoroti transformasi pendidikan, kolaborasi, dan riset untuk menjawab tantangan global.

May 4, 2026 - 20:43
 0
Upacara Hardiknas UNP Soroti Transformasi Pendidikan Inklusif dan Kolaboratif
Rektor UNP Tegaskan Pendidikan Harus Inklusif dan Berdampak Luas

PADANG - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi momentum refleksi sekaligus kritik terhadap arah pembangunan pendidikan nasional. Upacara yang digelar di Ruang Terbuka Hijau Gedung Rektorat UNP, Senin (4/5/2026), menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya merata, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB itu berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika. Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut, pendidikan ditegaskan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa yang tak boleh kehilangan arah di tengah derasnya tantangan global. Mulai dari disrupsi digital, krisis lingkungan, hingga perubahan dunia kerja menjadi ujian nyata yang harus dijawab melalui sistem pendidikan yang adaptif dan relevan.

“Pendidikan adalah ruang pembentukan karakter, pengembangan akal budi, serta penentu masa depan Indonesia,” demikian disampaikan dalam pidato yang dibacakan rektor. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak boleh sekadar formalitas, tetapi harus mampu mencetak solusi.

Tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, juga menjadi sorotan utama. Rektor menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah atau institusi pendidikan semata. “Transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi semesta. Negara, kampus, industri, masyarakat, keluarga, pendidik, peneliti, dan generasi muda, semuanya adalah arsitek masa depan Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh, pidato tersebut menegaskan pentingnya transformasi pendidikan tinggi melalui perluasan akses, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan riset yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak solusi atas persoalan bangsa.

Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas. Akses pendidikan yang inklusif, merata, dan bermutu menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan manusia di Indonesia.

Dalam rangkaian upacara tersebut, UNP juga memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah dosen dan tenaga kependidikan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas secara konsisten.

Beberapa penerima penghargaan di antaranya Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt., untuk masa pengabdian 30 tahun. Sementara kategori 20 tahun diberikan kepada Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D., Prof. Dr. Yulkifli, S.Pd., M.Si., serta Prof. Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si., dan sejumlah dosen serta tenaga kependidikan lainnya untuk kategori 10 tahun.

Satyalancana Karya Satya sendiri merupakan tanda kehormatan dari pemerintah kepada ASN yang dinilai memiliki kesetiaan, kejujuran, kecakapan, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugasnya secara berkelanjutan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1994.

Peringatan Hardiknas 2026 di UNP tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga penegasan bahwa pendidikan Indonesia harus bergerak lebih cepat, inklusif, dan berdampak nyata di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow