Atasi Kesenjangan Digital, LBH Abu Nawas Salurkan 1.000 Wifi Portable Gratis

Feb 10, 2026 - 16:11
 0
Atasi Kesenjangan Digital, LBH Abu Nawas Salurkan 1.000 Wifi Portable Gratis
LBH Abu Nawas menggelar seremoni penyaluran program 1.000 WiFi portable gratis sebagai langkah nyata mengatasi kesenjangan digital di Bondowoso.

KABAR RAKYAT, BONDOWOSO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Abu Nawas menginisiasi Program 1.000 Wifi Portable Gratis sebagai upaya pemerataan akses internet di wilayah terpencil Kabupaten Bondowoso. Program ini digagas langsung oleh Imam Besar LBH Abu Nawas, Nurul Jamal Habaib.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Indosat 3 (Tri) dan telah berjalan selama satu tahun dengan sebaran Wifi di berbagai wilayah.

Nurul Jamal Habaib menjelaskan, acara yang digelar saat ini bersifat seremonial, sementara program utamanya merupakan inisiatif pribadi yang dijalankan bersama LBH Abu Nawas. Program tersebut lahir dari keprihatinan atas masih banyaknya daerah pelosok di Bondowoso yang belum terjangkau akses internet memadai.

“Daripada menunggu solusi besar dengan anggaran besar, kami memilih langkah konkret. Salah satunya dengan menyalurkan 1.000 unit wifi portable gratis secara bertahap kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Penyaluran wifi portable dilakukan melalui pendataan yang jelas, meliputi nama penerima, waktu penyaluran, hingga alamat. Sasaran program ini adalah masyarakat kurang mampu, lembaga pendidikan, serta lembaga sosial dan keagamaan, termasuk Polsek, MWC NU, dan masjid. Target penyaluran seribu unit ditetapkan rampung hingga tahun 2026.

Setiap penerima mendapatkan perangkat lengkap berupa router, kartu, serta paket data yang sudah aktif dan siap digunakan. Sistem penggunaan tidak berbasis langganan, melainkan isi ulang seperti pulsa dengan harga terjangkau, berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per gigabyte.

Program ini memanfaatkan mini provider agar biaya isi ulang tetap murah, berkelanjutan, dan mudah diakses masyarakat. Satu unit wifi portable dapat digunakan hingga 32 perangkat sekaligus.

Habaib menuturkan, gagasan program ini berangkat dari pengalaman langsung di lapangan. Ia menemukan kondisi masyarakat di daerah pelosok yang harus keluar rumah, bahkan naik ke tempat tinggi, hanya untuk mendapatkan sinyal internet.

“Itu menjadi titik balik lahirnya program ini,” jelasnya.

Ia berharap, keberadaan wifi portable dapat mendorong masyarakat untuk mengakses dan memproduksi informasi secara mandiri. Bagi pelaku UMKM, fasilitas ini diharapkan mampu menunjang promosi, pemasaran, dan aktivitas digital secara lebih cepat dan mobile, karena perangkatnya bisa dibawa ke mana saja dan cukup menggunakan power bank.

"Seluruh pembiayaan program ini berasal dari dana pribadi. Berdasarkan hasil pengujian, kecepatan internet yang dihasilkan mampu mencapai maksimal 80 Mbps, dengan kecepatan stabil rata-rata di kisaran 20 hingga 30 Mbps," jelasnya.

Menurutnya, di era sekarang informasi adalah kunci. Ketika akses informasi terbuka luas, maka ilmu, dakwah, pendidikan, dan kebaikan akan terus mengalir dan memberi manfaat bagi orang lain.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara LBH Abu Nawas dan Indosat 3, kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk terus memperluas jangkauan Program 1.000 Wifi Gratis sebagai bagian dari upaya pemerataan akses digital dan peningkatan kualitas layanan informasi, khususnya di wilayah terpencil Bondowoso.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow