Belasan Sekolah di Lamongan Terendam Banjir Bengawan Jero, Siswa Terpaksa Sekolah Terjang Air
Luapan Sungai Bengawan Jero merendam belasan sekolah di Lamongan. Siswa terpaksa tetap masuk sekolah menerjang banjir, sementara sebagian sekolah meliburkan kegiatan belajar. Warga mendesak solusi permanen agar pendidikan tidak terus terganggu setiap musim hujan.
KABAR RAKYAT,LAMONGAN - Luapan Sungai Bengawan Jero kembali menghantam Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan belasan gedung sekolah terendam banjir, memaksa ribuan siswa belajar di tengah genangan air.
Banjir tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas pendidikan di sejumlah wilayah.
Sedikitnya lima kecamatan dilaporkan terdampak, dengan kondisi air yang terus meningkat dari hari ke hari.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mencatat, sedikitnya 11 lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMA kini terendam banjir.
Genangan air masuk ke halaman sekolah, ruang kelas, hingga fasilitas penunjang belajar.
Ironisnya, di tengah kondisi yang kian memprihatinkan, sejumlah sekolah masih mengupayakan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Para siswa terpaksa datang ke sekolah dengan menerjang air setinggi betis hingga lutut demi tidak tertinggal pelajaran.
Kepala BPBD Lamongan, Moch. Na’im, mengatakan pihaknya terus memantau situasi di lapangan.
Ia mengakui banjir tahun ini cukup luas dan berdampak serius terhadap sektor pendidikan.
“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Di beberapa titik, kami juga menyediakan perahu untuk membantu siswa agar tetap bisa menjangkau sekolah,” ujar Moch. Na’im, Senin (12/1/2026).
Namun, kondisi terparah terlihat di SDN Turi, Kecamatan Turi. Seluruh ruang kelas di sekolah tersebut terendam air setinggi sekitar 20 sentimeter, membuat aktivitas belajar mengajar mustahil dilakukan.
Pihak sekolah akhirnya mengambil langkah meliburkan siswa demi keselamatan. Keputusan itu diambil setelah air terus naik dan berpotensi membahayakan anak-anak.
Situasi berbeda terlihat di SDN 2 Pasi, Kecamatan Glagah. Meski halaman dan beberapa ruang kelas telah terendam selama empat hari terakhir, pihak sekolah masih berupaya mempertahankan kegiatan belajar.
Siswa dan guru terpaksa melakukan penyesuaian, mulai dari memindahkan tempat duduk hingga membatasi penggunaan ruang kelas tertentu. Aktivitas belajar pun berjalan tidak normal di tengah keterbatasan sarana.
Kepala SDN 2 Pasi, Ruhannah, mengakui banjir sangat menghambat mobilitas guru dan siswa. Ia menyebut kondisi ini membuat proses belajar mengajar jauh dari ideal.
“Kami masih menunggu petunjuk dari Dinas Pendidikan. Jika air terus naik dan membahayakan, opsi meliburkan siswa tentu akan kami pertimbangkan,” kata Ruhannah.
Wali murid pun mulai mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka khawatir keselamatan anak-anak terancam, apalagi banjir disertai arus yang cukup deras di beberapa titik akses menuju sekolah.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengambil langkah konkret dan solusi permanen untuk mengatasi banjir tahunan Bengawan Jero, agar dunia pendidikan tidak terus menjadi korban setiap musim hujan tiba.
Penulis : Yoga
What's Your Reaction?