Kunjungan Kerja ke Kota Batu, Komisi II DPRD Banyuwangi Studi Optimalisasi dan Sinergi Sektor Pertanian dan Pariwisata

Komisi II DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Jawa timur dengan agenda studi terkait optimalisasi dan sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata.

Jul 1, 2026 - 10:46
Jul 1, 2026 - 10:47
 0
Kunjungan Kerja ke Kota Batu, Komisi II DPRD Banyuwangi Studi Optimalisasi dan Sinergi Sektor Pertanian dan Pariwisata
Inayanti Kusumasari (dua dari kiri) bersama koleganya di Komisi II DPRD Banyuwangi saat kunjungan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu

KABAR RAKYAT, BANYUWANGI - Komisi II DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Jawa timur dengan agenda studi terkait optimalisasi dan sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata.

Anggota Komisi II DPRD Banyuwangi, Inayanti Kusumasari,SE  mengatakan, sektor pertanian dan pariwisata di Kota Batu memiliki hubungan simbiosis mutualisme yang sangat kuat. Pertanian menjadi penopang utama daya tarik pariwisata melalui konsep agrowisata, sementara pariwisata membuka pasar yang lebih luas serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi para petani.

“ Konsep symbiosis mutualisme antara sektor pertanian dan pariwisata menjadi daya tarik kami berkunjung dan sharing ilmu ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu sehingga nantinya bisa kita implementasikan di Kabupaten Banyuwangi khususnya di wilayah wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Licin dan Kalibaru , “ ucap Inayanti Kusumasari saat dikonfrimasi, Selasa (30/06/2026).

Dari paparan yang disampaikan oleh mereka, lanjut Inayanti, berbekal kondisi alam yang sejuk, tanah yang subur dan curah hujan yang cukup turut menjadi faktor penting mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman.

Kondisi alam yang menguntungkan ini memungkinkan Kota Batu menjadi sentra penghasil berbagai macam produk pertanian unggulan, seperti apel, sayuran seperti kubis, wortel dan brokoli. Serta pertanian bunga dan buah-buahan lainnya.

“ Dengan kondis tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menciptakan cluster-cluster pertanian di setiap desa dan kecamatan , “ ucapnya.

Program pembentukan cluster-cluster pertanian di Kota Batu tersebut bertujuan untuk memaksimalkan potensi agribisnis yang difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, mempercepat hilirisasi inovasi, serta memperkuat perekonomian daerah dan ketahanan pangan melalui pendekatan yang terintegrasi.

“ Program cluster potensi pertanian ini sebenarnya bisa menjadi contoh untuk diterapkan di Kabupaten Banyuwangi , “ ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa asal Kecamatan Cluring ini.

Dan yang lebih menarik, cluster pertanian hortikultura di Kota Batu telah bertransformasi menjadi pilar utama agrowisata yang sangat popular. “Pertanian yang kuat dan pariwisata bernilai tambah adalah kunci. Ini bukan hanya menekan angka kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga memperkuat daya tahan sosial-ekonomi bagi Masyarakat , ” ucapnya.

Inayanti menambahkan, yang terbaru, Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sedang melakukan kajian penerapan pertanian terpadu cerdas yang merupakan konsep pertanian holistik yang mengintegrasikan berbagai subsektor dalam satu Kawasan, mulai dari pertanian, peternakan, hingga perikanan, semuanya dikelola dalam satu ekosistem yang saling terhubung dan berkesinambungan.***

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

HARYADI Banyuwangi